Sulteng

Release BPS Sulteng, Kota Palu Alami Inflasi Sebesar 0,05 Persen

BPS sulteng, saat konferensi pers bersama sejumlah awak media di palu

SULAWEION.COM, PALU – Kota palu, mengalami inflasi sebesar 0,05 persen. Hal ini terungkap dalam konfernsi perss yang dilaksanakan Badan Pusat Statistik (BPS) Sulteng, Selasa (1/8/2017) bertempat di Ruang Teleconference BPS Provinsi Sulawesi Tengah.

Dihadapan sejumlah awak media, Kepala BPS Provinsi Sulawesi Tengah Ir. Faizal Anwar M.T, bersama Kepala Bidang Statistik Distribusi Moh.Wahyu Yulianto SSi SST MSi,  serta Kepala Bidang Statistik Produksi Irwanto, SSi MM, memaparkan sejumlah point penting yang meliputi, Perkembangan Indeks Harga Konsumen / Inflasi, Perkembangan Tingkat Penggunaan Sarana Akomodasi dan Transportasi, Nilai Tukar Petani, Perkembangan Ekspor dan Impor, Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur.

Disampaikan kepala BPS Sulteng, bahwa Perkembangan Indeks Harga Konsumen / Inflasi, dari 82 kota pantauan IHK nasional. Sebanyak 59 kota mengalami inflasi sementara 23 kota lainnya mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Bau-Bau sebesar 2,44 persen, sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Kota Merauke sebesar 1,50 persen.

“Kota Palu sendiri  mengalami inflasi sebesar 0,05 persen, menempati urutan ke-16 inflasi tertinggi di Kawasan Sulampua dan ke-56 secara nasional,” papar Kepala BPS Provinsi Sulteng Ir. Faizal Anwar MT.

Sementara untuk Kenaikan indeks harga dijelaskan Ir. Faizal Anwar MT, yang tertinggi terjadi pada kelompok bahan makanan (2,60 persen), diikuti kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau (0,27 persen), sandang (0,12 persen), serta kesehatan (0,07 persen).

Pada periode yang sama penurunan indeks harga terjadi pada kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan (2,17 persen), pendidikan, rekreasi, dan olahraga (1,76 persen), serta perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar (0,10 persen).

“Laju inflasi tahun kalender sampai dengan Juli 2017 sebesar 3,99 persen, sedangkan inflasi year on year (Juli 2017 terhadap Juli 2016) di Kota Palu adalah sebesar 4,87 persen,” urainya lagi.

Sementara untuk Perkembangan Tingkat Penggunaan Sarana Akomodasi dan Transportasi, yang dipaparkan secara bergantian oleh Kabid Statistik Distribusi Moh.Wahyu Yulianto SSi SST MSi dan serta Kabid Statistik Produksi Irwanto, SSi MM, untuk Jumlah tamu yang menginap di hotel bintang mencapai 11.558 orang terdiri dari11.417 orang tamu domestik dan 141 orang tamu asing.

Secara keseluruhan Tingkat Penghunian Kamar (TPK) sebesar 31,47 persen, turun 5,62 persen poin dibandingkan Mei 2017 yang sebesar 37,09 persen.

Untuk Nilai Tukar Petani, Kabid Statistik Distribusi Moh.Wahyu Yulianto SSi SST MSi, menjelaskan Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Sulteng selama Juli 2017 sebesar 93,02 persen, turun 0,82 persen dibandingkan NTP bulan lalu.

“Hal ini disebabkan penurunan NTP pada seluruh subsektor kecuali subsektor peternakan,” ucapnya.

Pun dipaparkan Kabid Statistik Produksi Irwanto, SSi MM, bahwa untuk Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) sebesar 104,52 persen atau mengalami penurunan sebesar 0,32 persen dibandingkan Juni 2017. Di tingkat nasional, NTP bulan Juli 2017 mengalami kenaikan sebesar 0,12 persen, demikian pula dengan NTUP bulan Juli 2017 mengalami kenaikan sebesar 0,15 persen.

“Nilai Tukar Petani dan Nilai Tukar Usaha Petani di tingkat nasional pada bulan Juli 2017 masing-masing sebesar 100,65 dan 109,75,” imbuhnya.

Demikian pula dengan Perkembangan Ekspor dan Impor, dikatakan Irwanto, SSi MM, Selama Juni 2017, total ekspor senilai US$ 225,91 juta, turun US$ 85,38 juta atau 27,43 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

“Kontribusi terbesar terhadap ekspor berasal dari besi dan baja senilai US$ 131,46 juta atau 58,19 persen dari total nilai ekspor. Selama Januari-Juni 2017, total nilai ekspor tercatat US$ 1.183,49 juta. Melalui Sulawesi Tengah sebesar US$ 1.168,70 juta dan provinsi lain sebesar US$ 14,79 juta,” tuturnya.

“Total nilai impor tercatat US$ 60,15 juta selama Juni 2017 dan US$ 479,93 juta selama Januari-Juni 2017,” Irwanto menambahkan.

Dan yang terakhir, Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur. Secara keseluruhan Pertumbuhan produksi IBS Provinsi Sulawesi Tengah di triwulan II tahun 2017 (q-to-q) mengalami penurunan pertumbuhan sebesar -0,03 persen, sementara IBS Nasional pada periode yang sama mengalami peningkatan pertumbuhan sebesar 2,57 persen. (WAN)

Sebarkan:
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terpopuler

To Top