Sulsel

Hadapi Pilkada serentak, Kesbangpol Sulsel antisipasi konflik

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik,  Asmanto Baso Lewa

SULAWESION.COM, MAKASSAR – Rapat koordinasi di gelar Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sulawesi Selatan, yang di hadiri Kesbangpol dari berbagai Kabupaten/ Kota di Sulawesi Selatan, dan Instansi terkait. Untuk mengambil langkah antisipasi terhadap hal-hal yang tidak diinginkan dalam rangka menghadapi Pilkada serentak 2018 mendatang.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik,  Asmanto Baso Lewa, yang mewakili Gubernur Sulsel, saat membuka acara mengatakan Rakor ini dilaksanakan diujung tahun untuk menjadi evalusi secara keseluruhan,akan kesiapan menghadapi pesta demokrasi lima tahunan sekali yang berjalan secara serentak.

“Melalui rakor ini,kesbang pol diharapkan dapat berbuat banyak dalam menjaga ketahanan negara,meski secara kelembagaan masih dilematis,apakah akan di tarik kepusat atau menjadi perangkat daerah dalam memberikan masukan dan pertimbangan kepada kepala daerah baik Gubernur maupun Bupati dan Walikota”, Ungkapnya, Selasa (28/11/2017)

Tahapan pelaksanaan pemilukada telah dimulai sejak tanggal 27 september,dengan pendaftaran Gubernur dan Wakil Gubernur jalur perseorangan,dan untuk Bupati dan Walikota di mulai tanggal 25 November,yang tentunya perlu ada upaya deteksi dini,cegah dini dan tangkal dini,terhadap potensi konflik yang bisa saja terjadi,sehingga koordinasi dan sinergitas antara Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Komite Intelejen Daerah (kominda) serta instansi terkait lainnya,hrs terus ditingkatkan lanjutnya.

Potensi konflik yang perlu mendapatkan perhatian agar pemilukada berjalan lancar, jujur, adil dan demokratis seperti isu sara, black campaign, akurasi daftar pemilih, syarat dukungan partai politik, netralitas penyelenggara,dan intimidasi dalam memilih calon,yang harus mendapat perhatian bersama.

Tugas dan fungsi Kesbangpol yang begitu besar dan luas mulai dari ideologi, politik,sosial, ekonomi, budaya,hukum,keamanan dan pertahanan,tentunya harus didukung dengan tersedianya anggaran yang besar,termasuk sarana dan prasarana pendukung lainnya,agar semua sejalan program dan strategi yang dibuat.

Sementara itu Kepala Bidang (Kabid) Kewaspadaan Nasional dan Penanganan Konflik Kesbangpol Sulsel, Anshar menambahkan Rakor ini dilaksanakan untuk meningkatkan koordinasi antara kesbangpol dan organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya.

“Pelaksanaan rakor dalam rangka menghadapi pilkada serentak,akan berlansung selama dua hari,dari tanggal 28 sampai 29 november,dengan menghadirkan narasumber dari Kepala Bin Sulsel,KPU Sulsel,Bawaslu Sulsel”, tegasnya. (SF)

 

 

Sebarkan:
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Berita Terpopuler

To Top