Advertorial

Aksi bela negara bisa dilakukan dalam hal kecil sepanjang positif

Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul yasin Limpo bersama Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Negara (Kesbangpol), Asmanto Baso Lewa

SULAWESION.COM, MAKASSAR – Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo memimpin upacara bela negara yang dirangkaikan dengan Pengukuhan Tiga Pilar Banhdes Matra,dilapangan Rumah Jabatan Gubernur (21/12/2017).

Gubernur sulsel, syahrul yasin limpo dalam sambutan seragamnya mengatakan,peringatan hari bela negara yang dilaksanakan secara serentak diseluruh pelosok tanah air,menjadi momentum mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk senantiasa belajar dari sejarah perjuangan bangsa.

“Sejarah mencatat bahwa republik indonesia (ri) bisa berdiri tegak sebagai bangsa yang berdaulat tidak lepas dari semangat bela negara dari seluruh kekuatan rakyat,dimana mereka berjuang mengorbankan jiwa raga untuk membela tanah air dari penjajah”,.ungkap syahrul.

“Sejarah juga mencatat bahwa membela negara tidak hanya dilakukan dengan kekuatan senjata akan tetapi juga dilakukan oleh setiap warga negara dalam kesadarannya untuk membela negara dalam bentuk yang lain”, lanjutnya.

Syahrul juga mengaku,perjuangan kemerdekaan republik indonesia,tidak lepas dari semangat mr safruddin prawiranegara pada tahun 1948,guna menyelamatkan keberlansungan nkri, dengan membentuk pemerintah darurat republik indonesia disumatera barat,yang Nilai heroik tersebut perlu terus kita aktualisasikan melalui berbagai karya nyata dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Nilai heroik dan perjuangan mr safruddin prawiranegara, pada tahun 1948 lalu,perlu untuk terus dikobarkan melalui kerja nyata dalam kehidupan kita sehari-hari”,tegasnya.

seluruh masyarakat diharapkan mampu melakukan aksi nyata dalam pembelaan negara di era ketergantungan terhadap teknologi informasi,yang telah membawa kita pada cara pandang terhadap berbagai kemungkinan ancaman.

Era milenium ini sudah pasti menjadi tantangan dan ancaman terhadap kedaulatan negara,termasuk keutuhan wilayah maupun keselamatan segenap berbangsa,yang tidak lagi bersifat tradisional atau ancaman militer tetapi bersifat multidimensional dan berada di setiap lini kehidupan tentu sangat berbesa dengan era perjuangan para pendahulu kita.

“Kemudahan dan kecangihan akses digitalisasi internet di abad milinieum sudah sangat potensial mempengaruhi mindset manusia, termasuk beragam informasi dan paham-paham yg dapat merubah moral dan kepribadian suatu bangsa”.tegasnya.

Sementara itu Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Provinsi Sulsel, Asmanto Baso Lewa menambahkan,dinamika dan persoalan bangsa kedepan tentu semakin rumit dan kompleks,apa lagi di era perkembangan tekhnologi yang begitu cepat.

“Perkembangan tekhnologi yang begitu pesat saat ini,apa lagi dengan adanya serangan froksi bisa menjadi ancaman yang akan memecah bangsa,sama halnya dengan serangan berita hoakx, yang dapat mempengaruhi pikiran”,ungkap asmanto.

“Aksi bela negara menjadi jawaban mengatasi berbagai persoalan bangsa,dengan keterlibatan semua lapisan masyarakat,sesuai dengan kemampuan dan disiplin ilmu masing-masing”,lanjutnya.

“Aksi bela negara bisa saja dilakukan,dengan tidak menggunakan narkoba,berbuat baik dengan sesama,berbakti kepada orang tua,dan semua hal baik lainnya”, tegasnya. (SF)

 

 

 

 

Sebarkan:
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Berita Terpopuler

To Top