Advertorial

Koperasi di Sulsel Berpeluang Jadi BUMR

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Provinsi Sulawesi Selatan, Abdul Malik Faisal

SULAWESION.COM, MAKASSAR – Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Provinsi Sulawesi Selatan, Abdul Malik Faisal, belum lama ini, mengatakan telah ada beberapa nama koperasi yang akan dipertimbangkan untuk menjadi BUMR.

“Kami telah menampung nama-nama yang koperasi yang akan ditingkatkan statusnya dari Badan Hukum Koperasi ke PT Dari kelima ini tidak menutup kemungkinan ada yang akan jadi percontohan BUMR,” kata Malik.

Namun, Ia menyatakan bahwa dari nama-nama yang diajukan oleh Kementerian ini, sebelumnya telah dievaluasi oleh pihaknya karena tidak memungkinkan ketujuhnya, “makanya ada lima yang diundang ke sana, diantaranya Takalar, Pinrang, Sidrap, Maros, dan Wajo,” ujarnya

Dari lima koperasi tersebut, Malik menambahkan tidak menutup kemungkinan lagi bahwa, ada koperasi lain yang bisa diangkat statusnya ini, kalau dari segi persyaratan memenuhi untuk menjadi koperasi percontohan. Tetapi yang berpeluang koperasi dari Takalar dan Wajo.

“Saya melihat yang paling berpeluang itu, Takalar dan Wajo dengan berbagai pertimbangan Koperasinya paling aktif, kemudian memiliki mesin penggiling sendiri,” imbuhnya lebih jauh.

Kementerian Koperasi dan UKM pada tahun 2018 berencana mengangkat 65 koperasi yang ada di Indonesia, di mana 7 diantaranya di Sulsel. Namun, Malik mengakui bahwa BUMR ini masih menjadi hal baru, di mana provinsi lain

menganggap ini hal aneh, karena koperasi ini sebelumnya sudah memiliki badan hukum, artinya ini dianggap ilegal pada legal.
“Kami berkunjung kesana untuk mengetahui sejauh mana pengelolaannya dengan mengajak pengurus koperasi yang telah ditunjuk sehingga mereka mengetahui model BUMR ini, serta menguntungkan juga untuk mereka nantinya,” terang Malik.

Nantinya, Ia menyebutkan bahwa pihaknya akan mengundang koperasi yang layak diangkat statusnya, sesuai kebutuhan.

“Kami tentu akan mengundang juga. Selain pengurus koperasi yang lainnya, sesuai dengan kebutuhan yang diharapkan Kementerian Koperasi. Sambil mencarikan BUMN mana yang akan bermitra,karena yang di sukabumi ini di back up oleh PT Pertamina, inikan tidak bisa berjalan sendiri”, paparnya

Apakah nantinya menggunakan dana pinjaman. Malik mengaku tidak mempermasalahkan hal tersebut, mungkin saja BUMN memberikan pinjaman dengan bunga rendah dibandingkan dengan perbankan, bukan dana CSR tapi bisa saja dalam bentuk hibah. (SF)

Sebarkan:
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terpopuler

To Top