Sulut

Warga Tapuang Ini Nekad Gantung Diri, Diduga Alami Gejala Gangguan Jiwa

korban gantung diri, (foto; tribratanews)

SULAWESION.COM, SANGIHE – Warga Kelurahan Tapuang, Kecamatan Tahuna Timur, dibuat geger dengan penemuan sesosok pria yang tergantung di sebuah lokasi perkebunan pinggiran jalan raya, Selasa (02/01/2018), sekitar pukul 06.30 WITA

Pria yang ditemukan gantung diri tersebut dikenali bernama Oktavianus Tatengkeng (28), warga Kelurahan Tapuang, Kecamatan Tahuna Timur, Kabupaten Kepulauan Sangihe. Ia pertama kali ditemukan oleh Bernabas Setia (58), yang juga warga Kelurahan Tapuang.

Menurut keterangannya, pagi itu ia hendak ke kebun yang berada tidak jauh dari rumahnya, untuk mengecek pipa air. Di saat mendekati perkebunan di pinggir jalan raya, ia melihat korban yang dikenalinya bernama Oktavianus tergantung pada seutas tali yang terikat di dahan pohon. Selain itu, tak jauh dari korban tergantng ditemukan sebilah pisau yang berlumuran darah.

Diduga, korban menggorok lehernya sendiri menggunakan pisau tersebut lalu gantung diri. Saksi bergegas memberitahukan kejadian ini kepada warga sekitar yang diteruskan dengan melapor ke Pos Pelayanan Pelabuhan Tahuna.

Sesaat kemudian, personel yang sedang bertugas di Pos Pelayanan tiba di lokasi dan melakukan olah TKP. Jenazah korban lalu dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Liung Kendage untuk diperiksa.

Sementara itu salah seorang kerabat korban, Rahel Tatengkeng (52) menerangkan, dirinya terakhir kali bertemu dengan korban pada Senin (01/01/2018), sekitar pukul 07.00 WITA.

Pagi itu, Rahel melihat kondisi korban seperti kehilangan kesadaran.

Menurutnya, korban memiliki kebiasaan mengkonsumsi miras (minuman keras) dan setelah itu sering berbicara sendiri.

Ditambahkannya, ibu korban telah meninggal dunia pada 2017 karena mengalami gangguan jiwa, sedangkan ayahnya saat ini sedang sakit stroke.

“Korban akhir-akhir ini juga diduga mengalami gejala gangguan jiwa,” katanya.

Kapolsek Tahuna, AKP R. Makasengku membenarkan adanya kejadian tersebut.

“Pihak keluarga menerima kejadian ini dan menolak untuk dilakukan otopsi, Penyebab pasti masih dalam penyelidikan,” pungkas Kapolsek. (HEL)

Sebarkan:
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Berita Terpopuler

To Top