Sulsel

SYL harap BBPJN segera tuntaskan Jalan dan Jembatan

Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) XIII, Kementerian Pekerjaan Umum dan Peumahan Rakyat, Miftachul Munir, beserta rombongan berkunjung ke Ruang Kerja Gubernur Sulawesi Selatan

SULAWESION.COM, MAKASSAR – Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) XIII, Kementerian Pekerjaan Umum dan Peumahan Rakyat, Miftachul Munir, beserta rombongan berkunjung ke Ruang Kerja Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo, Senin (8/1/2017)

Kedatangan Miftachul dan rombongan dalam rangka melaporkan kegiatan BBPJN XIII Makassar selama tahun 2017 dan rencana program tahun 2018.

Miftachul memaparkan,  kondisi jalan nasional Provinsi Sulsel untuk semester dua tahun 2017 dengan kondisi mantap sepanjang 1.588,72 kilometer (Km) atau 91,00 persen. Kondisi mantap ini terdiri dari kondisi jalan baik sepanjang 974,35 Km (55,81 persen), kondisi jalan sedang 614,37 Km (35,19 persen).

Sedangkan kondisi tidak mantap sepanjang 157,20 Km terdiri atau 9,00 persen. Ini terdiri dari kondisi rusak ringan 105,40 Km (6,04 persen) sedangkan rusak berat 51,80 Km (2,96 persen). Total dari jumlah kondisi mantap dan tidak mantap ini sepanjang 1.745,92 Km.

SYL berharap, program dari BBPJN bisa berjalan baik di Sulsel dan rampung sesuai target. Sebagai gubernur di Sulsel siap mendukung, memfasilitasi dan mengasistensi.

“Saya kira kondisinya memang butuh kerja sama yang kuat dan perlu sinergistas yang holistik dan tulus,  kenapa, karena Sulsel menjadi baromoter nasional,” kata SYL.

Selain itu, dia juga berharap beberapa program pembangunan infrastruktur yang sedang di kerjakan dan belum selesai. Seperti jalan dan jembatan lingkar tengah (middle ring road), poros Malino, jalan dan jembatan Mamminasata.

“Saya titip titip beberapa proyek yang belum selesai, karena masa jabatan saya sudah akan berakhir,” sebutnya.

Adapun untuk alokasi anggaran tahun 2017 dengan total Rp1.327.090.889.000 terdiri dari preservasi jalan sebesar Rp 721.920.751.000 (54,40 persen), pembangunan Rp 372.424.178.000 (28,06 persen), jembatan Rp65.997.435.000 (4,97 persen) sedangkan untuk perencanaan,  pengawasan dan administrasi Rp166.748.525.000 (12,56 persen).

Sedangkan untuk program strategis seperti paket-paket kontrak multi tahun (multi years contract) daerah Mamminasata, Pembangunan Underpass Simpang Mandai Makassar dengan nilai kontrak Rp 169,6 miliar, pembangunan Elevated Road Segmen 1 (Rp167,8 miliar), pelebaran Jalan Rantepao-Palopo  (Rp141,6 miliar), Rekonstruksi Jalan Enrekang-Makale-Rantepao (Rp186,9 miliar), penanganan rehabilitasi jalan poros Karasiak – Keppe (Lolao) – Rantepao (Rp12,4 miliar).

Sedangkan untuk rencana program tahun 2018 dengan total anggaran Rp1.058.532.255 dengan perincian reservasi Rp544,111,087,000 (51,40 persen), pembangunan Rp277.766.302 (26,24 persen), jembatan Rp78.862.653 (7,45 persen), sedangkan untuk perencanaan, pengawasan dan adminsitrasi Rp157.792.213 (14,91 persen).

Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) XIII Makassar Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Miftachul Munir, mengatakan, beberapa poin yang disampaikan gubernur akan ditindaklanjuti.

“Paket-paket tol yang beliau sampaikan akan kita lebih pacu pengerjaannya,” sebut Miftachul.

Beberapa penanganan dilakukan untuk persoalan jalan. Misalnya, genangan air di badan jalan,  banjir di badan jalan dan penurunan badan jalan. (SF)

Sebarkan:
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terpopuler

To Top