Sulsel

Berbasis RT/ RW program unggulan Appi-Cicu, Pengamat nilai tepat sasaran

Pengamat pemerintahan dari Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Andi Luhur Priyanto

SULAWESION.COM, MAKASSAR – Program unggulan pasangan Calon Walikota-Calon Wakil Walikota Makassar, Munafri Arifuddin-Andi Rachmatika Dewi, makin melekat di masyarakat Kota Makassar, lantaran program yang ditawarkan sangat pro terhadap kepentingan masyarakat.

Pasangan yang diusung oleh koalisi besar Partai Politik ini tentu tidak memiliki kesulitan dalam mewujudkan program yang meliputi pemerataan pembangunan dengan anggaran Rp 50 Juta bagi setiap Ketua RT dalam pertahunnya serta menghapus retribusi sampah apabila masyarakat Kota Makassar memberikan amanah kepada Appi-Cicu selaku Walikota dan Wakil Walikota Makassar.

Pengamat pemerintahan dari Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Andi Luhur Priyanto menilai bahwa, kemampuan keuangan daerah kota Makassar cukup untuk membiayai program ini

“Saya kira cukup memadai lah untuk membiayai program itu. Yang penting basis perencanaannya jelas, sehingga pembiayaannya juga tidak salah sasaran,” kata Luhur saat dikonfirmasi, Rabu (21/2/2018).

Dia mengatakan, sepanjang ada Political will tingkat tinggi, program ini akan mudah dan cepat direalisasikan. Begitupun akan mampu memberikan perubahan yang efektif.

Dia menjelaskan, program ini berkaitan dengan teknis pembiayaan, menggeser basis pembiayaan dari berbasis sektor ke berbasis kewilayahan, seperti tingkat ORT/ORW.

“Selama ini kan misalnya sudah ada anggaran besar untuk pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan sampai di level ORT/ORW,” tuturnya.

Lebih jauh, dia menjelaskan beberapa program pemberdayaan dan infrastruktur kota berbasis kelurahan, seperti PNPM-MP lalu Kotaku, NUSSP dan PAMSIMAS. Akan tetapi coverage wilayah program ini masih terbatas sehingga, masih terjadi tumpang tindih dan ketimpangan pembangunan.

Olehnya, dengan hadirnya program unggulan Appi-Cicu, dia berharap akan mampu berjalan efktif dan mampu mencapai target pemeratan pembangunan.

“Sebaiknya program berbasis RT/RW itu lebih tepat sasaran dan tidak menduplikasi kegagalan program berbasis donor,” tandasnya.(BOB)

Sebarkan:
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terpopuler

To Top