Sulsel

Pemangkasan pajak, meringankan beban pelaku UMKM

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sulsel, Abdul Malik Faisal

SULAWESION.COM, MAKASSAR – Kebijakan pemerintah pusat memangkas pajak final untuk pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) akan membuat sektor tersebut lebih bergairah. Kebijakan pemangkasan dari 1% menjadi 0,5% itu akan berlaku per akhir Maret 2018 ini.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sulsel, Abdul Malik Faisal menyambut positif kebijakan tersebut. Menurutnya, kebijakan menurunkan pajak untuk pelaku UKM akan sangat berpengaruh dalam perkembangan daerah yang membangun ekonomi dari bawah.

Apalagi di Sulsel, kata Malik, merupakan salah satu provinsi yang cukup konsen pada persoalan pengembangan UMKM. “Memang UMKM harus mendapatkan perlakuan khusus dari pemerintah dalam berusaha. Terkhusus lagi dengan pengenaan pajak,” ungkap Malik Faisal,belum lama ini.

Perlakuan khusus untuk meringankan beban pelaku UMKM dibutuhkan, karena usaha mikro memiliki modal sangat kecil dan biasanya mereka masih berhadadapan dengan masalah internal.

Ia mencontohkan masalah internal yang kerap dihadapi UMKM, seperti masalah tempat usaha, modal usaha, izin usaha, sertifikasi produk, tempat memasarkan produknya dan sebagainya.

“Sehingga sangat pantas jika pajak yang di kenakan ke UMKM perlu dikurangi sampai UKM-nya naik kelas,” pungkasnya.

Malik Faisal menambahkan, hingga akhir 2017 lalu, total UMKM di daerah ini mencapai 916.232 unit. Diantara jumlah tersebut, sebagian besar masuk dalam kategori usaha mikro yakni sebesar 86% atau sekitar 797.081 unit.

“Dominan yakni sektor perdagangan. Khusus yang bergerak pada sektor produksi sebanyak 100.785 unit dan didominasi sektor makanan minuman, yakni 65%,” pungkasnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menyampaikan, perlakuan khusus akan diberikan kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), dengan memangkas pajak final menjadi hanya 0,5%.

Menurut Jokowi, kebijakan itu diputuskan lantaran banyaknya keluhan UMKM terhadap Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2013, tentang Pajak UMKM bersifat final sebesar satu persen dan berlaku bagi UMKM dengan omzet maksimal Rp4,8 miliar setahun. (SF)

Sebarkan:
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Berita Terpopuler

To Top