Nasional

Dugaan Korupsi Irigasi Mangkrak sejak 2015 di Enrekang, Germahi Lapor KPK      

pipa irigasi yang nampak berserakan di sepanjang jalur irigasi

SULAWESION.COM, JAKARTA – Upaya pemerintahan Kabinet bekerja yang  fokus genjot pembangunan infrastruktur pertanian rupanya hanya jadi bancakan korupsi oknum pemerintah daerah, khususnya pembangunan irigasi di kab enrekang sebagai sentra hortikultura, pasalnya Anggaran Pemerintah Pusat tahun 2015 untuk pengembangan irigasi hingga kini masih terbengkalai padahal anggarannya sudah habis  dicairkan.

Ketua Germahi, Rahman Andrian menjelaskan, Ditengarai, berbagai anggaran pusat dan program bantuan  di kab enrekang untuk penguatan kesejahteraan petani, program ini nihil dinikmati malah berujung kerugian Negara ratusan miliar. Bagaimana tidak, “Bantuan dan supporting anggaran pusat ratusan miliar guna dongkrak produktifitas dan  percepatan kesejahteraan petani dikorupsi secara vulgar dan berjamaaah oleh oknum-oknum pemkab bersama puluhan rekanannya”.  Ungkap Aan panggilan akrab ketua germahi tersebut dalam Press rilis yang diterima redaksi

Aan mengungkapkan, Bukti ratusan pipa irigasi yang nampak berserakan di sepanjang jalur irigasi sejak tahun 2015, ini membuktikan Mangkraknya jaringan irigasi di kab enrekang yang di kerjakan tahun 2015 dengan anggaran puluhan miliaran rupiah hingga kini belum dapat dinikmati oleh petani di enrekang. “temuan ini tentu menjadi bukti bagi semua elemen bangsa, bahwa program pusat yang fokus untuk sejahterahkan petani justru diselewengkan secara massif dan berjamaah, apalagi di daerah-daerah terpencil realisasi anggaran pusat makin mengkhawatirkan’

Bagaimana tidak, sekiranya sejak 2015 irigasi ini sudah dimanfaatkan oleh ribuan petani, maka tentunya secara ekonomi akan terjadi peningkatan signifikan karena produktifitasnya naik tiga kali, makanya korupsi Irigasi di enrekang ini sangat fatal, “bukan hanya kerugian Negara ratusan miliar tapi yang paling memilukan karena ini yang berdampak pemiskinan terhadap petani yang membutuhkan akses pengairan”, beber Aan  dengan nada sedih
“Ratusan hektar lahan  petani tidak bisa diolah, karena irigasi yang di kerjakan itu  sejak 2015 pengerjaannya hingga kini belum pernah sekalipun teraliri air. Bupati Enrekang terkesan tutup mata atas hal ini. Padahal masyarakat petani sangat dirugikan ”. Tegas Aktivis Mahasiswa Jakarta ini

“Bukti-bukti penyimpangan yang berhasil dikumpulkan kami simpulkan sangat valid untuk dijadikan bukti awal bagi penyidik KPK memulai pengusutan penyimpangan Anggaran Negara yang dilakukan secara berjamaah di kabupaten enrekang’.tutur Aan

Olehnya itu, pihaknya akan mendesak KPK untuk memprioritaskan pengusutan kasus korupsi anggaran infrastruktur pertanian di kab Enrekang, mengingat dampaknya yang sangat kompleks, “makanya Lusa, hari kamis, 21 Juni 2018  kami akan bergerak melaporkan ke KPK, kami akan menyerahkan bukti ratusan lembar kontrak dan bukti pencairan proyek irigasi yang mangkrak ini, sembari mendesak agar memprioritaskan penyelewengan anggaran irigasi dan berbagai program pertanian di enrekang ini. Jelas Aan

Ia menambahkan, “kami berharap KPK segera melakukan tindakan tegas dan tidak tinggal diam atas korupsi dan dampaknya bagi petani di enrekang. “Apalagi pertanian Enrekang merupakan daerah produsen  Hortikultura yang mensuplai pangan tidak hanya untuk sul-sel tapi hingga ke Kalimantan timur, pungkasnya. (*)

Sebarkan:
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Berita Terpopuler

To Top