MANADO,SULAWESION.COM- Panitia Green Press Community (GPC) 2026 melakukan audiensi dengan Rektor Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, Berty Sompie, bersama Staf Khusus Gubernur Sulawesi Utara bidang politik dan kebijakan, Fiko Onga, Kamis 8 Januari 2026.
Dalam audiensi tersebut, panitia memperkenalkan pelaksanaan GPC 2026 yang untuk pertama kalinya menjadikan Sulawesi Utara sebagai tuan rumah kegiatan jurnalis lingkungan tingkat nasional yang dilaksanakan di luar daerah asal penyelenggaraan.
Iven jurnalis lingkungan se-Indonesia ini dijadwalkan berlangsung di Kabupaten Minahasa Utara pada 7 Februari 2026, dengan fokus memperkuat peran pers dalam menjaga pesisir dan laut.
Rektor Unsrat Prof Berty Sompie menyambut baik pelaksanaan GPC 2026 dan menyatakan kesiapannya untuk menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut.
Ia juga menegaskan dukungan Unsrat terhadap isu-isu lingkungan serta berencana mengirim mahasiswa sebagai peserta.
“Kami di Unsrat mendukung isu-isu lingkungan. Secara pribadi saya juga peduli, seperti kegiatan penanaman mangrove di pantai Buyat, Minahasa Tenggara. Ke depan, kami terbuka untuk kegiatan-kegiatan lingkungan yang bisa dikolaborasikan bersama SIEJ Sulut,” ujar Rektor
Ketua Society of Indonesian Environmental Journalists (SIEJ) Daerah Sulawesi Utara, Finda Muhtar, mengatakan Unsrat memiliki posisi strategis sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan di kawasan timur Indonesia, khususnya terkait kelautan, pesisir, dan keanekaragaman hayati yang sangat relevan dengan agenda lingkungan nasional.
Menurutnya, kampus memiliki kekuatan pada riset dan data ilmiah, sementara jurnalis berperan menerjemahkan temuan tersebut agar mudah dipahami publik serta mendorong perubahan kebijakan.
“Dukungan pimpinan universitas menjadi kunci agar kolaborasi ini berkelanjutan. Tidak berhenti pada satu kegiatan, tetapi berkembang dalam bentuk riset kolaboratif, literasi media lingkungan, dan penguatan peran mahasiswa sebagai agen perubahan,” kata Findamorina.







