BITUNG, SULAWESION.COM – Komisi I dan III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bitung memperketat fungsi pengawasan di sejumlah sekolah yang kecipratan proyek di akhir Tahun 2025 lalu.
Ketua Komis III DPRD Bitung Frangky Julianto menyatakan, mereka turun lapangan bukan dalam rangka untuk mencari-cari kesalahan dari kontraktor.
Namun, kata dia, tujuannya memastikan setiap anggaran dari APBD itu benar-benar tepat sasaran dan sesuai peruntukannya.
“Perlu ditegaskan adalah kami bukan dalam rangka mencari kesalahan, kami hanya turun menjalankan fungsi DPRD, yaitu pengawasan,” tegas Frangky, Selasa (13/1/2026).
Ditanya terkait hasil temuan, Frangky membeberkan ada beberapa catatan yang DPRD dapatkan dari turun lapangan itu.
Terutama, katanya, di Sekolah Dasar Dewi Laut, Kelurahan Manembo-nembo, Kecamatan Matuari.
“Kami mendapatkan proyek pembangunan WC dan rehap ruang kelas di Sekolah Dasar Dewi Laut sudah dinyatakan selesai, tapi masih ada beberapa pekerjaan yang belum rampung,” katanya.
Frangky berharap apa yang menjadi temuan-temuan itu bisa ditindaklanjuti oleh Dinas Pendidikan.
“Nah, ini perlu menjadi perhatian dinas. Harusnya proyek yang dinyatakan selesai, pekerjaannya juga ikut rampang,” sindirnya.
Hal serupa juga sampaikan oleh Wakil Ketua Komisi I, Cherry Mamesah. Ia mengingatkan agar dinas segara proaktif dalam melakukan evaluasi kinerja.
“Jangan perna bermain-main dengan setiap rupiah yang keluar dari uang negara, karena berpotensi persoalan hukum dikemudian hari nanti,” tegasnya.
Sekedar informasi, anggota DPRD yang turun lapangan terdiri dari Frangky Julianto, Cherry Mamesah, Ramlan Ifran, Yani Ponengoh, Edwin Podo, Abi Sigarlaki, Devi Barakati, Gerald Podomi, Ahmad Syafruddin Ila, Rudolf Wanta dan Imran Lakodi.







