BITUNG, SULAWESION.COM – Insiden kapal KM. Oriental Silver muatan ratusan kontainer dan kandas di dasar perairan dangkal memicu rantai pasok hingga ekonomi di Sulawesi Utara terganggu.
Kapal dengan muatan 884 teus atau kontainer itu kandas di titik koordinat 1°23.7907 N 125°09.5453 E, Jumat (27/02/2026).
Berdasarkan penelusuran, KM. Oriental Silver bertolak dari Pelabuhan Makassar. Rencananya, kapal di bawa perusahaan pelayaran Salam Pacific Indonesia Lines (SPIL) ini bakal menurunkan 626 box kontainer.
Baca juga: Kapal Bermuatan Ratusan Kontainer Kandas di Perairan Bitung
Peristiwa kapal kontainer kandas bukan sekedar insiden teknis di laut. Tetapi, berpotensi mengganggu rantai pasok ekonomi di tengah kebutuhan pasar yang mulai meningkat.
Ketua DPW ALFI – ILFA Sulawesi Utara Ramlan Ifran menanggapi kandasnya KM Oriental Silver. Ia menilai, insiden semacam ini berdampak pada keterlambatan barang.
Apalagi, kata Ramlan, terjadi disalah satu jalur pelayaran yang sibuk semacam Bitung.
“Iya, tentunya akan ada dampak dengan peristiwa ini. Terutama keterlambatan barang. Apalagi Pelabuhan Bitung merupakan simpul perdagangan di Sulawesi Utara,” jelasnya.
Kendati demikian, Ramlan berharap otoritas pelayaran dapat mengambil langkah strategis dalam melakukan evakuasi KM. Oriental Silver.
“Kejadian atau insiden macam ini butuh keputusan yang cepat dan tepat. Pelabuhan bukan sekadar pintu masuk barang, tetapi simpul yang menghubungkan produsen, distributor, dan konsumen,” tukasnya.







