KOTAMOBAGU, SULAWESION.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu membuka peluang kerja sama di bidang pendidikan tinggi dengan Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) Bandung melalui skema Perkuliahan Jarak Jauh (PJJ).
Hal tersebut mengemuka dalam audiensi antara jajaran UNIKOM dan Wali Kota Kotamobagu yang berlangsung di Kotamobagu, Rabu (11/2/2026).
Audiensi tersebut diterima langsung oleh Wali Kota Kotamobagu, dr. Weny Gaib, serta dihadiri Asisten III Setda Kotamobagu Mohammad Agung Adati dan sejumlah alumni UNIKOM yang kini berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Kotamobagu.
Dari pihak kampus, hadir Bobi Kurniawan selaku Ketua Tim Perkuliahan Jarak Jauh UNIKOM.
Dalam pertemuan tersebut, dibahas rencana strategis kerja sama antara UNIKOM dan Pemerintah Daerah Kota Kotamobagu yang dinilai berperan penting dalam mendukung peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), khususnya pada dimensi pendidikan, pengetahuan, dan kualitas hidup masyarakat.
Wali Kota menyampaikan bahwa pihak UNIKOM menawarkan sistem pendidikan jarak jauh yang dapat diakses langsung dari Kotamobagu dengan dukungan fasilitasi pemerintah daerah.
“Kemarin kita dikunjungi pihak UNIKOM Bandung dan mereka menawarkan kepada masyarakat Kota Kotamobagu untuk mengikuti sistem pendidikan jarak jauh. Pemerintah dalam hal ini diminta untuk memfasilitasi dengan menyiapkan satu ruangan saja sebagai tempat pendaftaran. Jadi kita tidak perlu ke Bandung, cukup di sini saja. Soal administrasi dipastikan mereka akan mengirimkan perwakilan untuk memberikan arahan sekaligus informasi tentang tata cara pendaftaran, bagaimana sistem perkuliahan dan penjadwalannya,” ujar Wali Kota.
Menurutnya, kerja sama tersebut sejalan dengan komitmen Pemkot Kotamobagu dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), terutama melalui perluasan akses pendidikan tinggi yang lebih merata dan terjangkau.
Sementara itu, Ketua Tim PJJ UNIKOM Bandung, Bobi Kurniawan, menjelaskan bahwa model pembelajaran jarak jauh memiliki sejumlah keunggulan, di antaranya membuka akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat di daerah tanpa harus berpindah ke kota besar.
“Model PJJ ini dapat mengurangi kesenjangan pendidikan antarwilayah serta membuka kesempatan belajar yang lebih inklusif bagi masyarakat,” jelas Bobi.
Ia juga menambahkan, sistem perkuliahan jarak jauh mampu menekan biaya hidup mahasiswa, seperti transportasi, akomodasi, dan konsumsi di kota besar. Hal ini dinilai sangat membantu masyarakat daerah yang memiliki keterbatasan ekonomi.
Ke depan, UNIKOM berencana membuka Program Studi Sistem Informasi jenjang Strata Satu (S1) dan Strata Dua (S2) melalui sistem perkuliahan jarak jauh dengan metode 100 persen full online.
Rencana kerja sama ini pun mendapat sambutan positif dari Pemerintah Kota Kotamobagu sebagai bagian dari upaya berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas pendidikan serta memperkuat daya saing daerah melalui pengembangan sektor teknologi informasi dan komunikasi.***







