BOLMUT,SULAWESION.COM– Donal Lamunte anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) membuat sesuatu yang berbeda dalam mendengar aspirasi masyarakat, Rabu 4 Maret 2026.
Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini berani mendengar kritikan langsung secara terbuka dari warga terhadap kinerjanya sebagai anggota legislatif di Kabupaten Bolmut.
Kritikan tersebut dikemas dengan sebuah diskusi yang diberi nama Ba Koprol. Tentu ada kopi. Diskusi ini terbuka bagi siapa saja. Tua muda. Ibu-ibu. Petani. Nelayan dan guru. Serta pemerintah desa.
Digelar perdana di desa Saleo, Kecamatan Bolangitang Timur. Dirinya (Donal) menerima beberapa masukan dan aspirasi dari masyarakat.
Terkait pembangunan kedepan. Terutama soal infrastruktur. Jalan pertanian. Tanggul sungai. Bantuan pemerintah kepada nelayan dan petani. Dan beberapa masalah yang disampaikan warga.
Diskusi yang dimulai sesudah Shalat Tarawih ini juga menghadirkan dua narasumber yaitu Yusril Katili dari komunitas literasi Deliberatif yang ada di Bolmut serta jurnalis Fandri Mamonto.
Donal mengatakan kegiatan ini dibuat karena merupakan tanggung jawab morilnya sebagai anggota DPRD.

Pasalnya bagi Donal. Kebijakan itu harus lahir dari aspirasi atau ide masyarakat. Menurutnya dengan kegiatan semacam ini ia membutuhkan masukan dan saran.
“Termasuk kalau perlu kritik saya sebagai anggota DPRD. Saya terbuka,”ujarnya.
Sebagai anggota komisi III di DPRD yang memiliki mitra kerja salah satunya Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) ia memberikan gambaran bagaimana tantangan pembangunan infrastruktur saat ini yaitu dengan adanya kebijakan efisiensi anggaran.
Namun, menurutnya walau di tengah efisiensi anggaran pembangunan harus terus berjalan.
Hal ini juga disampaikan oleh Fandri Mamonto, menurutnya sebagai daerah pertanian dan kelautan. Dua sektor ini perlu mendapat perhatian lebih dari pemerintah daerah. Termasuk DPRD Bolmut.
Dimana keluhan-keluhan infrastruktur jalan pertanian, masalah irigasi masih banyak ditemukan di lapangan. Dan ini menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan secara berkelanjutan oleh pemerintah daerah, provinsi dan pemerintah pusat.
Sektor kelautan, dirinya menyoroti tantangan yang dihadapi para nelayan apalagi ketika berhadapan dengan cuaca ekstrem yang dapat mempengaruhi hasil tangkapan mereka.
Masyarakat pesisir yang mengalami ancaman banjir rob dan abrasi saat ini menjadi pekerjaan rumah pemerintah daerah.

Selain itu, sebagai daerah pertanian masa depan petani juga perlu menjadi perhatian. Terutama soal petani padi. Menurutnya jangan-jangan kedepan Bolmut semakin berkurang orang bertani padi.
“Sehingga ini perlu kebijakan dari pemerintah terutama menaruh perhatian terhadap petani milenial,”jelasnya.
Sementara itu, Yusril Katili dari komunitas literasi Deliberatif mendorong adanya peningkatan minat baca buku dikalangan masyarakat Bolmut.
Bahkan pihaknya berharap kedepan bisa hadir bersama komunitas literasinya Deliberatif di desa Saleo ini. Baginya ditengah perkembangan teknologi saat ini membaca buku tetaplah penting.
Diakhir kegiatan diskusi menurut Donal, Ba Koprol akan menjadi kegiatan berkelanjutan. Dan selanjutnya bakal dilaksanakan di Kecamatan Bolangitang Barat.







