BITUNG, SULAWESION.COM – Konflik militer antara Iran melawan aliansi Israel dan Amerika Serikat kini berubah menjadi salah satu krisis geopolitik paling berbahaya dalam beberapa dekade terakhir.
Serangan rudal, drone, hingga operasi udara besar-besaran mengguncang Timur Tengah sejak akhir Februari 2026 lalu.
Dampaknya tidak hanya dirasakan di kawasan konflik, tetapi juga mulai mengganggu stabilitas energi dunia dan memicu kekhawatiran eskalasi perang regional yang lebih luas.
Ketegangan militer di Timur Tengah menyerupai konflik dua kelompok anak muda di Kelurahan Bitung Timur, Kecamatan Maesa, Kota Bitung, Sulawesi Utara.
Perseteruan antara kelompok anak muda Empang dan Sari Kelapa itu sudah sejak lama berjalan. Tapi, yang bikin beda dengan Timur Tengah, eskalasi konflik secara terbuka dan menggunakan busur panah atau panah wayer.
Teranyar, kedua kelompok anak muda ini saling serang pada Minggu (8/03/2026) pagi. Ketegangan berpotensi memuncak setelah adanya sejumlah korban tertancap busur panah.
Kasi Humas Polres Bitung AKP Abdul Natip Anggai belum memberikan keterangan resmi terkait penyerangan antar kelompok anak muda di Bitung.







