Perang Timur Tengah Mulai Ganggu Ekspor Ikan Kaleng di Bitung

Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Petra Basmi Said. (Ist)

BITUNG, SULAWESION.COM – Ketegangan geopolitik global mulai berdampak pada perdagangan ikan kaleng di Kota Bitung, Sulawesi Utara. Konflik di kawasan Timur Tengah membuat biaya logistik dan asuransi pengiriman melonjak hingga kemudian menekan permintaan ekspor.

Bahkan, dari informasi yang berhasil dirangkum, sejumlah perusahaan pengalengan ikan di Bitung mulai mengurangi jumlah produksi.

Bacaan Lainnya

Menanggapi itu, Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Petra Bitung, Basmi Said angkat suara. Menurutnya, konflik Timur Tengah atau middle east sebenarnya berpeluang meningkatkan permintaan akan produk pangan tahan lama seperti ikan kaleng untuk memenuhi kebutuhan pangan, khususnya di Arab Saudi.

Hanya saja, kata Basmi, perang teluk saat ini menyebabkan gangguan pada jalur pengiriman atau distribusi yang berdampak pada kenaikan biaya logistik dan asuransi pengiriman yang sangat naik signifikan.

“Jadi secara permintaan sebenarnya masih tinggi, tapi jalur distribusinya masih terganggu akibat perang, sehingga mempengaruhi harga ekspor ikan kaleng,” katanya, Minggu (15/03/2026).

Ditambah lagi, bebernya, adanya issue dari Kementerian Umroh dan Haji, dimana akan dilakukan pembatasan bahkan rencana akan ditutup sementara waktu pemberangkatan Jamaah Umrah dan Jamaah Haji asal Indonesia.

“Kalau itu terjadi, pasti ekspor ikan kaleng bakal lebih tertekan, karena mereka menjadi target pasar potensial lewat konsumsi di hotel-hotel Makkah dan Madinah,” tukansya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan