BITUNG, SULAWESION.COM – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Bitung kembali menggelar buka puasa bersama dengan sejumlah tokoh muslim, Senin (16/03/2026).
Buka puasa bersama kali ini digelar di kediaman Wakil Sekretaris Bidang Internal DPD PDI Perjuangan Sulawesi Utara (Sulut), Fabian Kaloh, di Kelurahan Sagerat Weru Satu, Kecamatan Matuari. Kegiatan dilaksanakan sore hingga malam tadi.
Sebelumnya, pada Sabtu (14/3/2026) akhir pekan lalu, hajatan serupa juga diadakan pengurus DPC PDI Perjuangan Bitung.
Akan halnya yang pertama, kegiatan kedua juga menghadirkan sejumlah tokoh Muslim di Bitung. Mereka diantaranya mantan Ketua PD Muhammadiyah Bitung, Ismail Djafar, serta Imam Kusnadi. Kegiatan ini menghadirkan Ust Jufry Naki selaku penceramah. Ia membawakan kuliah tujuh menit (kultum) dalam kesempatan itu.
Ust Jufry sendiri memberikan apresiasi ke PDI Perjuangan. Ia sependapat bahwa pelaksanaan buka puasa bersama tak sekedar mempererat tali silaturahmi. Kegiatan itu kata dia, juga bisa memperkokoh toleransi dan merawat kebersamaan.
“Kami mengapresiasi kepedulian PDI Perjuangan dalam menjaga dan memperkuat nilai-nilai kebersamaan serta toleransi. Ini patut dicontoh dan diteladani,” ucapnya dalam ceramah.
Fabian Kaloh selaku tuan rumah berterima kasih kepada Ust Jufry dan tokoh Muslim yang hadir. Ia mengakui berpartisipasi pada kegiatan itu memang dalam rangka membina kebersamaan.
“Kami melaksanakan kegiatan buka puasa bersama untuk menghormati teman-teman yang menjalankan ibadah puasa. Ini bukan dalam rangka apa-apa, tapi murni untuk merawat toleransi dan kebersamaan,” katanya.
Fabian pun menegaskan di PDI Perjuangan kegiatan seperti itu menjadi rutinitas tahunan. Partainya selalu menempatkan solidaritas antar sesama anak bangsa menjadi nomor satu, sesuai semangat nasionalisme yang diusung.
Hal serupa disampaikan Geraldi Mantiri selaku Ketua DPC PDI Perjuangan Bitung. Ia menyatakan partainya sangat menghargai perbedaan dan keragaman yang ada di masyarakat, karena hal itu justru bisa merekatkan sesama anak bangsa.
“Lewat momentum Bulan Ramadhan ini kami bisa belajar tentang pengendalian diri dan emosi dari teman-teman Muslim, dan ini tentunya penting dalam rangka memperkuat kebersamaan serta toleransi,” tandasnya.







