Target Capaian 109%, Gubernur Yulius Ajak Saudagar Bugis-Makassar Investasi di ‘Pintu Gerbang Pasifik’ Sulawesi Utara

SULAWESION, MAKASSAR — Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE, memaparkan transformasi ekonomi serta peluang investasi daerah dalam Pertemuan Saudagar Bugis-Makassar (PSBM) ke-XXVI yang digelar di Hotel Claro, Makassar, Kamis (26/3/2026).

Di hadapan para pengusaha, Gubernur menegaskan posisi strategis Sulawesi Utara sebagai super-hub sekaligus pintu gerbang perdagangan di kawasan Asia Timur dan Pasifik.

Bacaan Lainnya

Dalam paparannya, Yulius mengungkapkan bahwa iklim investasi di Sulawesi Utara menunjukkan tren yang sangat positif.

Sepanjang tahun 2025, realisasi investasi tercatat mencapai lebih dari Rp10,12 triliun atau 109 persen dari target yang ditetapkan. Angka tersebut juga mengalami pertumbuhan signifikan sebesar 35,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya, serta berdampak pada penyerapan tenaga kerja sebanyak 18.049 orang.

“Sulawesi Utara adalah ekosistem investasi yang matang. Kami memiliki keragaman suku yang toleran dan terbuka, yang menjadi fondasi sosial aman bagi para investor untuk mengembangkan usahanya di sini,” ujar Yulius.

Gubernur juga merinci sejumlah sektor unggulan yang menjadi daya tarik utama investasi di daerah tersebut.

Pada sektor pertanian dan perkebunan, komoditas kelapa mencatat nilai ekspor hingga Rp1,2 triliun per tahun. Sementara komoditas pala dengan produksi mencapai 12.800 ton per tahun dinilai memiliki masa pengembalian investasi yang relatif cepat, yakni sekitar dua hingga tiga tahun.

Di sektor kelautan, Sulawesi Utara menyumbang nilai ekspor sekitar Rp1 triliun per tahun yang ditopang oleh keberadaan Pelabuhan Internasional Bitung sebagai simpul logistik utama.

Sementara pada sektor pariwisata, daerah ini memiliki 39 Destinasi Pariwisata Provinsi (DPP) dan 127 desa wisata, dengan kawasan unggulan seperti Bunaken di Manado, Danau Linow di Tomohon, Hutan Tangkoko di Bitung, hingga wilayah Kepulauan Sangihe dan Talaud.

Untuk mendukung pengembangan sektor-sektor tersebut, Sulawesi Utara juga telah memperkuat konektivitas udara internasional melalui penerbangan langsung dari sejumlah kota besar di Tiongkok seperti Shenzhen, Guangzhou, dan Shanghai, serta dari Singapura dan Korea Selatan.

Adapun struktur investasi di Sulawesi Utara saat ini didominasi oleh Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar 60 persen, sementara Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai 40 persen. Investor asing utama berasal dari Singapura, Tiongkok, Hong Kong, dan Jepang.

“Dengan kombinasi pertumbuhan yang tinggi dan dukungan infrastruktur yang ada, Sulawesi Utara menghadirkan momentum langka bagi para saudagar untuk berinvestasi pada peluang yang stabil dan siap dikembangkan lebih besar,” pungkas Gubernur.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan