Panen Raya Padi di Bolmut: Petani Menunggu, Mesin Potong Terbatas

Panen padi sawah di wilayah Ollot Pada Tahun Lalu. (Foto kiriman petani)

BOLMUT,SULAWESION.COM– Saat ini wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) menghadapi panen raya padi. Namun terkendala dengan alat mesin pemotong padi.

Salah satu petani di wilayah Ollot, Kecamatan Bolangitang Barat mengatakan saat ini padinya sudah masak sekali. Namun masih menunggu alat panen padi.

Bacaan Lainnya

Dirinya menyebut melihat situasi saat ini para petani padi panen bersamaan. Namun alat panen kurang. Bahkan ada yang bakal rusak padinya jika lama dipanen.

Saat ini ada alat pemotongan dari Kecamatan Bintauna. Tapi itupun belum cukup.

“Masalah lainnya sudah jarang lagi orang yang mau disewa untuk panen padi. Selain itu sudah terbiasa dengan mesin panen,”katanya.

Menurutnya, selama ini juga biasanya sering menggunakan mesin panen dari wilayah Kabupaten tetangga yaitu Bolaang Mongondow.

Kepala Bidang Prasarana, Sarana, dan Penyuluh Pertanian Bolmut, Syarifuddin mengakui memang saat ini alat panen masih kurang di Bolmut.

Pihaknya juga telah mencoba memfasilitasi dengan pemilik alat panen. Namun saat ini panen padi secara bersamaan.

Saat ditanya para petani padi sering menyewa mesin potong dari luar daerah Bolmut. Ia juga mengakui hal tersebut.

Sebelumnya, Kabid menyebut beberapa keuntungan dari pentingnya teknologi pertanian terutama teknologi panen padi.

“Yaitu pada saat panen cepat. Hemat tenaga. Satu alat panen dapat mengolah lahan sekitar 50 Hektar (Ha) per musim panen hingga hemat biaya,”ujarnya.

Dirinya menambahkan dengan ada teknologi padi saat panen dapat meningkatkan produksi padi.

Disisi lain Bolmut mengalami kenaikan produksi padi pada tahun 2025 mencapai 35.146 ton dibandingkan tahun 2024 yaitu 23.311 ton.

Sejalan dengan itu luas panen mengalami kenaikan dari 5.545 Hektar (Ha) pada tahun 2024 menjadi 8.992 (Ha) pada 2025.

Pada tahun 2025, Bolmut menjadi salah satu daerah bersama Bolaang Mongondow dan Minahasa yang produksi padi Gabah Kering Giling (GKG) tertinggi di Sulut.

Menariknya Bolmut menggeser Minahasa dengan produksi padi tertinggi ke dua di Sulut. Pada tahun 2024 produksi padi Kabupaten Minahasa ada diangka 31.612 ton dan pada tahun 2025 diangka 31.101 ton.

Diketahui Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan ketersediaan pangan nasional dalam kondisi aman seiring berlangsungnya panen raya padi di berbagai wilayah Indonesia pada akhir Maret 2026.

Kementan terus mendorong dukungan sarana produksi, termasuk alat dan mesin pertanian (alsintan), guna meningkatkan efisiensi dan produktivitas di tingkat petani.

Dengan meluasnya panen raya di berbagai daerah, pemerintah optimistis produksi padi nasional tetap terjaga, sehingga mampu memperkuat cadangan pangan dan menjaga stabilitas harga secara berkelanjutan.

Berikut Produksi Padi Tertinggi di Sulut Tahun 2025

1. Bolaang Mongondow: 149.463 Ton

2. Bolaang Mongondow Utara: 35.146 Ton

3. Minahasa: 31.101 Ton

 

Sumber: BPS Sulut

Pos terkait

Tinggalkan Balasan