BITUNG, SULAWESION.COM – Gempa 7,6 Magnitudo di Kota Bitung membuat warga panik hingga berhamburan di jalan. Akibat gempa yang berpotensi tsunami itu menyebabkan satu unit rumah di Kelurahan Manembo nembo Tengah, Kecamatan Matuari, Kota Bitung hancur tertimpa tanggul.
Tanggul setinggi kurang lebih 4 meter tersebut, ambruk dan menimpa rumah milik salah seorang warga usai gempa 7,6 magnitudo yang terjadi sekitar pukul 05:48 WITA yang membuat warga panik.
Beruntung saat kejadian, rumah milik warga bernama Ronny (53) tersebut dalam keadaan kosong.
Menurut Ronny, ia sedang mengantar keluarganya ke rumah sakit, saat peristiwa naas itu terjadi.
“Waktu gempa, tanggul di samping rumah roboh, dan menimpa rumah saya. Saya juga tahu dari salah satu keluarga yang datang ke rumah sakit mengabarkan kejadian ini,” kata Ronny ketika diwawancarai.
Dari pantauan di lokasi, tampak kondisi rumah bagian dapur dalam keadaan hancur, sedangkan bagian depan mengalami kerusakan ringan. Sementara itu, personil Polres Bitung dan Kodim 1310/Bitung telah diterjunkan ke lokasi, untuk melakukan pembersihan material yang masih tersisa.
Sedangkan, sejumlah barang termasuk peralatan tidur, meja, kursi, dan lemari dievakuasi ke rumah terdekat.
Kasi Humas Polres Bitung, AKP Abdul Natip Anggai, yang ditemui di lokasi kejadian menjelaskan, jika rumah tersebut, merupakan bangunan paling parah terdampak gempa di Kota Bitung.
“Rumah ini paling parah, selain itu ada juga plafon gereja di SMP 12 yang jatuh, serta beberapa tembok rumah warga dilaporkan retak,” tukas Natip.







