Bolmut Butuh Ketambahan 10 Mesin Pemotong Padi

Potret Mesin Panen Padi Yang Saat Ini Memanen Padi di Sawah wilayah Ollot, Kecamatan Bolangitang Barat. (Foto Kiriman Petani)

BOLMUT,SULAWESION.COM– Sebagai salah satu daerah dengan produksi padi tertinggi di Sulawesi Utara (Sulut) sektor pertanian di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) perlu terus mendapat perhatian.

Salah satunya dukungan teknologi pertanian terhadap petani berupa keberadaan mesin pemotong padi Combine Harvester.

Bacaan Lainnya

Kepala Bidang Prasarana, Sarana, dan Penyuluh Pertanian Bolmut, Syarifuddin mengatakan memang saat ini alat (mesin) panen masih kurang di Bolmut.

“Dimana idealnya Bolmut butuh ketambahan 10 mesin alat pemotong padi dalam menghadapi panen padi secara bersamaan,”ujarnya.

Pemerintah Kabupaten sudah ada empat alat mesin pemotong padi. Pada tahun 2024 ada tiga. 2025 ada satu dengan dukungan dana APBD.

Dimana APBN tahun 2015-2017 ada beberapa unit. Tapi sudah ada yang rusak. Selanjutnya tahun 2024 ada satu unit di Kaidipang dan 2025 satu unit di Pinogaluman.

Dirinya juga menambahkan walau saat ini tersedia mesin panen padi milik masyarakat dan ada dari bantuan pemerintah pusat tapi belum mencukupi.

Sebelumnya, ia menyebut beberapa keuntungan dari pentingnya teknologi pertanian terutama teknologi panen padi.

“Yaitu pada saat panen cepat. Hemat tenaga. Satu alat panen dapat mengolah lahan sekitar 50 Hektar (Ha) per musim panen hingga hemat biaya,”ujarnya.

Dirinya menambahkan dengan ada teknologi padi saat panen dapat meningkatkan produksi padi.

Diketahui Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan ketersediaan pangan nasional dalam kondisi aman seiring berlangsungnya panen raya padi di berbagai wilayah Indonesia pada akhir Maret 2026.

Kementan terus mendorong dukungan sarana produksi, termasuk alat dan mesin pertanian (alsintan), guna meningkatkan efisiensi dan produktivitas di tingkat petani.

Dengan meluasnya panen raya di berbagai daerah, pemerintah optimistis produksi padi nasional tetap terjaga, sehingga mampu memperkuat cadangan pangan dan menjaga stabilitas harga secara berkelanjutan.

Sementara itu, salah satu petani di wilayah persawahan desa Ollot mengatakan saat ini setelah menunggu satu Minggu mesin panen akhirnya tiba di sawahnya. Padinya telah dipanen hari ini.

“Biasanya hanya menunggu 3-4 hari saja. Tapi ini satu Minggu,”katanya, Sabtu 4 April 2026.

Mesin panen padi ini berasal dari wilayah Pinogaluman. Dirinya berharap pemkab Bolmut bisa menambah keberadaan mesin panen padi. Hal ino sangat penting jika terjadi panen raya seperti ini.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan