Komitmen Hijau di Kaki Gunung Klabat: PT Tirta Investama Paparkan Program Konservasi dan Pelestarian Burung Maleo

AIRMADIDI, SULAWESI UTARA – PT Tirta Investama Airmadidi secara resmi memaparkan progres Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (CSR) kepada Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara. Pertemuan ini menyoroti langkah-langkah strategis perusahaan dalam menjaga ekosistem di kaki Gunung Klabat, termasuk penemuan penting satwa endemik burung Maleo.

Sinergi Konservasi Alam

Dalam diskusi tersebut, PT Tirta Investama merinci berbagai inisiatif lingkungan yang dijalankan bersama mitra CSR, Lestari Bumi Hijau, di bawah koordinasi Bapak Brivy Lotulung. Fokus utama program ini meliputi tiga pilar konservasi:

  • Rehabilitasi Mata Air: Menjamin keberlanjutan sumber daya air bagi lingkungan sekitar.

  • Pemulihan Ekosistem: Penanaman pohon secara masif untuk menjaga daya dukung lingkungan.

  • Teknik Rorak: Pembuatan lubang resapan sebagai solusi konservasi tanah dan pencegahan limpasan air.

Fenomena Burung Maleo di Habitat Non-Tipikal

Salah satu poin krusial dalam pertemuan ini adalah laporan mengenai temuan sepasang burung Maleo (Macrocephalon maleo) di kawasan kaki Gunung Klabat. Temuan ini tergolong istimewa karena area tersebut merupakan non-typical upland forest bagi satwa yang biasanya ditemukan di daerah pesisir atau dataran rendah.

Temuan ini pun telah diperkuat secara akademis melalui jurnal penelitian berjudul:

“Behavioural Responses of the Endemic Maleo (Macrocephalon maleo) in a Non-Typical Upland Forest Habitat”

— Karya Hapry F. N. Lapian, Josephine Saerang (Unsrat), dan Brivy Lotulung.

Langkah Perlindungan dan Edukasi

Menanggapi keberadaan satwa dilindungi tersebut, PT Tirta Investama bersama para pemangku kepentingan telah mengambil langkah-langkah preventif tanpa melakukan penangkapan (in-situ conservation), di antaranya:

  1. Edukasi Masyarakat: Memberikan pemahaman kepada warga di area jelajah Maleo agar tidak mengganggu habitat satwa.

  2. Pemasangan Papan Larangan: Menempatkan tanda larangan berburu di titik-titik strategis kaki Gunung Klabat.

  3. Kolaborasi Lintas Sektor: Menjalin kerja sama dengan BPBD, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Unit VI, dan kelompok pecinta alam untuk pemantauan rutin.

Harapan Kolaborasi Berkelanjutan

Melalui pemaparan ini, PT Tirta Investama berharap dukungan penuh dari pemerintah daerah untuk memperkuat status perlindungan kawasan kaki Gunung Klabat.

“Kami berharap kolaborasi ini dapat terus berjalan secara berkesinambungan. Kelestarian lingkungan dan perlindungan satwa endemik bukan hanya tanggung jawab satu pihak, melainkan hasil sinergi antara korporasi, akademisi, masyarakat, dan pemerintah,” tulis pernyataan resmi perusahaan.

Dengan adanya penelitian ilmiah dan tindakan nyata di lapangan, kawasan kaki Gunung Klabat kini semakin dipandang sebagai area dengan nilai konservasi keanekaragaman hayati yang sangat tinggi di Sulawesi Utara.


Pos terkait

Tinggalkan Balasan