ALFI/ILFA Sulut Tolak Penyesuaian Tarif Cleaning Kontainer, INSA Sebut Murni Bisnis to Bisnis

Kontainer di PT Pelindo TPK Bitung. (Dokumentasi | Yaser Baginda)

BITUNG, SULAWESION.COM – Dewan Pengurus Wilayah Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA) Sulawesi Utara secara tegas menyatakan penolakan terhadap kenaikan biaya cleaning end maintenance kontainer.

Kebijakan yang diinisiasi oleh sebagian besar perusahaan pelayaran domestik tersebut dinilai memberatkan pelaku usaha Jasa Pengurusan Transportasi (JPT) dan berisiko memicu efek domino terhadap kenaikan harga barang di tingkat konsumen akhir.

Bacaan Lainnya

Ketua DPW ALFI/ILFA Sulawesi Utara Ramlan Ifran mengatakan, kenaikan tarif tersebut mencapai angka yang signifikan, yakni hingga 300%.

Sebagai ilustrasi, kata Ramlan, tarif kontainer 20 feet yang semula Rp50.000 naik menjadi Rp200.000, sementara untuk kontainer 40 feet melonjak dari Rp100.000 menjadi Rp360.000.

“Pasti ini akan membebankan pelaku JPT dan ekspedisi, yang mana pada akhirnya akan dibebankan kembali ke pemilik barang. Secara biaya logistik pasti akan ada imbasnya secara masif,” ujar Ramlan saat ditemui, Senin (9/03/2026) sore.

Ia menilai, penyesuaian biaya oleh perusahaan pelayaran sangat berpotensi melanggar Undang-undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang larangan praktek monopoli dan persaingan usaha tidak sehat.

“Penyesuaian tarif ini disinyalir adanya pemufakatan dan persekongkolan tidak tertulis diantara perusahaan pelayaran dikarenakan pola pemberitahuan yang sama dan harga yang relatif mirip,” jelasnya.

Berdasarkan hal tersebut, Ramlan menegaskan, pengurus dan anggota DPW ALFI/ILFA Sulawesi Utara menolak adanya penyesuaian yang telah disampaikan oleh perusahaan pelayaran.

“Kami meminta kepada Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas I Bitung dengan kewenangannya sebagai regulator dan pembina bagi seluruh insan maritim yang ada di Kota Bitung untuk memanggil para pihak terkait dan menyelesaikan kegaduhan yang ditimbulkan oleh perusahaan pelayaran sesuai dengan regulasi yang berlaku,” tegasnya.

Sekertaris DPC Indonesian National Shipowners Association (INSA) Kota Bitung Edi Ipsen saat dikonfirmasi menanggapi santai sikap penolakan penyesuaian tarif dari ALFI/ILFA. Edi menyatakan, tarif cleaning murni bisnis to bisnis.

“Tarif cleaning murni B to B. Secara sikap DPC INSA Bitung tidak akan intervensi meskipun pelayaran termasuk anggota INSA, karena setiap pelayaran mungkin punya pandangan atau perhitungan sendiri kenapa biaya cleaning tarifnya ada penyesuaian,” ucap Edi.

Ditanya terkait uregnsi paling mendasar adanya penyesuaian tarif itu, Kepala Cabang PT Temas ini beralasan kargo sekarang banyak yang membutuhkan kontainer yang bersih.

“Sementara ada keterbatasan kontainer yang food grade, akhirnya jadi extra untuk membersihkan kontainer, jadi pada saat pemuatan container Available untuk langsung bisa di isi cargo tersebut,” tukasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan