BITUNG, SULAWESION.COM – Pengurus DPD Aliansi Perempuan Peduli Indonesia (ALPPIND) Kota Bitung resmi dilantik di Gedung Sarundajang Kantor Walikota Bitung, Minggu (15/02/2026).
Pelantikan ini menandai komitmen organisasi perempuan dalam memperkuat peran untuk kemajuan masyarakat, keharmonisan antar umat beragama, serta perlindungan hak-hak perempuan dan anak.
Ketua DPD Aliansi Perempuan Peduli Indonesia (ALPPIND) Kota Bitung Ningsry Datau menegaskan, ALPPIND hadir tidak hanya mempererat hubungan antar umat beragama, tetapi juga diharapkan dapat bersinergi dengan pemerintah daerah dalam menjalankan program-program pemberdayaan perempuan di Kota Bitung.
Baca juga: Pelestarian Lingkungan Tanpa Kesadaran Kelas: Ilusi Moral
“Kami berkomitmen untuk menjadi garda terdepan dalam melindungi hak-hak perempuan dan meningkatkan kualitas hidup keluarga melalui program konkret,” kata Ningsry.
Ningsry juga menjelaskan, menekan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak menjadi program prioritas Aliansi Perempuan Peduli Indonesia di Bitung.
“Dan tentunya dengan amanah ini kami bakal berupaya meningkatkan peran perempuan dalam berbagai sektor, mengatasi masalah sosial, dan memperkuat ketahanan keluarga,” tegasnya.
Sementara itu Ketua ALPPIND Sulawesi Utara, Hj. Nur Amalia dalam sambutannya membeberkan data kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Di Sulawesi Utara, kata anggota DPRD Kota Manado ini, ada sekitar 3.000 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.
“Kota Bitung salah satu kota di Sulawesi Utara memiliki sumbangsih dalam angka kasus itu. Sehingga, saya harapkan dengan adanya Aliansi Perempuan Peduli Indonesia bisa berkolaborasi dan membantu pemerintah dalam menekan angka-angka kasus tersebut,” ucap Nur Amalia.
Dikesempatan itu juga Nur Amalia memberikan penegasan soal kerja-kerja ALPPIND. Ia berharap pengurus DPD yang baru dilantik tidak menjadikan organisasi sebagai ruang gagah-gagahan.
“Perlu diketahui ALPPIND bukan majelis taklim yang bergerak di masjid-masjid. Tapi, organisasi ini sebagai tumpuan dan kekuatan perempuan untuk terus bersuara dan melawan segala bentuk diskriminasi,” tukasnya.







