Dugaan Kasus Penipuan Seret Nama Anggota DPRD Bitung, Alexander Wenas: Informasi Menyesatkan

Politisi NasDem, Alexander Wenas. (Dokumentasi | Yaser Baginda)

BITUNG, SULAWESION.COM – Dugaan kasus penipuan menyeret nama anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bitung dari partai NasDem, Alexander Vouke Wenas.

Alexander menjadi sorotan media di Kabupaten Blora, Jawa Tengah karena dinilai ingkar dalam bisnis pengiriman arang briket kepada sesama anggota DPRD di Blora bernama, Munawar.

Bacaan Lainnya

Informasi yang diperoleh media ini, peristiwa bermula dari perjanjian pemesanan arang briket yang disepakati pada Agustus 2025.

Dalam kesepakatan tersebut, Munawar sebagai politis dari Partai PKB telah melakukan pembayaran melalui transfer mobile banking sesuai nilai yang ditentukan. Namun hingga kini, barang yang dijanjikan tidak pernah dikirim.

Yang lebih memprihatinkan, menurut informasi yang beredar, pihak korban telah berulang kali mencoba menghubungi terduga pelaku melalui sambungan telepon.

Namun upaya tersebut tidak pernah mendapatkan klarifikasi atau itikad baik untuk menyelesaikan persoalan. Sikap diam ini justru memperkuat dugaan adanya unsur kesengajaan dalam perkara tersebut.

Alexander Vouke Wenas sendiri saat dikonfirmasi media ini menyatakan, pemberitaan yang beredar soal dirinya merupakan informasi yang menyesatkan dan tidak berimbang.

Menurutnya, tuduhan ia melakukan penipuan tak berdasar, karena pemesanan arang briket telah dia kirim kepada Munawar sebanyak satu kontainer.

“Barang sudah saya di kirim dan diterima yang bersangkutan. Sehingga tuduhan penipuan ini tidak berdasar,” ucap Alexander sambil memperlihatkan bukti pengiriman kontainer, Senin (06/04/2026) kemarin.

Politisi partai NasDem ini juga mengaku, tidak ada perjanjian secara tertulis bisnis pengiriman arang briket antara dirinya dan Munawar.

“Kami hanya modal saling percaya. Dia (Munawar) transfer uang, saya kirim barang,” bebernya.

Pun demikian, Alexander mengatakan jika ada kelebihan pembayaran terkait bisnis arang briket itu, ia siap untuk mengembalikan.

“Tapi, saya minta herus hitung dulu proses pengerjaan hingga pengiriman barang. Namun, yang bersangkutan tidak mau,” tukasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan