Gonta-ganti Kebijakan, Perumda Pasar Tutup Baku Bae Space Bitung

Baku bae space Bitung. (Ist)

BITUNG, SULAWESION.COM – Legitimasi kebijakan Perusahaan Daerah (Perumda) Pasar Bitung ibarat membaca teks vulgar di bak belakang truk: “lupa namanya, ingat rasanya”. Sejak pertama kali Baku Bae Space di launching, Ramlan Mangkialo Cs seperti kebingungan mengatur tempat wisata kuliner. Gonta-ganti kebijakan hingga coba-coba jurus pemberdayaan UMKM terus terjadi, tanpa arah yang jelas.

Kabar teranyar, Perumda Pasar mengambil kebijakan dengan menutup tempat yang menjadi magnet baru anak muda itu. Padahal, dalam rapat bersama Komisi II DPRD lalu, jajaran Perumda sempat ikut membahas proyeksi jangka panjang destinasi wisata kuliner tersebut.

Bacaan Lainnya

Gonta-ganti kebijakan ini mendapat sorotan tajam dari salah satu UMKM, Rivai (29). Ia menilai sikap Perumda Pasar sejak awal tak konsisten. Sebelumnya mendukung, tapi tiba-tiba disuruh tutup tanpa alasan yang jelas.

“Kebijakan Perumda lagi lucu-lucunya. Sikap awal mendukung, tapi tiba-tiba Baku Bae Space disuruh tutup,” ucapnya, Sabtu (10/01/2025) malam.

Baca juga: Komisi II DPRD Bitung Bahas Proyeksi Jangka Panjang Wisata ‘Baku Bae’

Ia menambahkan, tidak konsistennya pemimpin Perumda Pasar menggambarkan ketidakberpihakan kepada UMKM.

“Padahal pemberdayaan UMKM menjadi program pemerintah saat ini, tapi kenyataannya masih jauh dari harapan,” tuturnya.

Sementara itu, Direktur Operasional Perumda Pasar Bitung Vanny Kaunang saat dikonfirmasi tidak menampik pihaknya telah melakukan evaluasi menyeluruh.

Kendati demikian, ia membantah Baku Bae Space Bitung ditutup secara permanen. “Tutup permanen tidak sepenuhnya benar, ada opsi dialihkan. Karena ruang berusaha bagi UMKM tetap diprioritaskan,” katanya.

Vanny mengklaim Perumda Pasar telah fokus pada pemberdayaan UMKM dan pembinaan sesuai dengan masukan banyak pihak.

“Tentunya kami tidak ingin mengabaikan faktor lain yang berhubungan dengan fungsi ruang publik. Intinya baku bae space tetap terpelihara, sebagai bagian dari program Perumda. Tapi, lokasinya memang menjadi bahan evaluasi,” tegasnya, sembari mengatakan, baku bae space bukan merujuk pada lokasi, namun program.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan