BITUNG, SULAWESION.COM – Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bitung ‘kurung’ 8 Camat, Kamis (27/02/2025) kemarin.
Ke delapan Camat itu dikumpulkan dalam agenda rapat kerja Komisi I dengan membahas rencana dan pengawasan program prioritas.
Rapat yang berlangsung di Kantor DPRD Kota Bitung ini dipimpin oleh anggota Komisi I, Ramlan Ifran serta didampingi oleh Imran Lakodi dan Devie Honce Barakati.
“Berhubung Ketua Komisi I berhalangan hadir karena ada tugas yang tidak bisa ditinggalkan, saya dipercayakan memimpin rapat ini,” kata Ramlan.
Dari pantauan sejumlah media, Komisi I dan Camat saling mendiskusikan berbagai program prioritas untuk tahun 2026 yang meliputi pembangunan infrastruktur dasar, peningkatan pelayanan publik, penguatan sektor pendidikan dan kesehatan.
“Rapat ini menjadi sarana yang sangat penting untuk menyelaraskan rencana pembangunan dengan kebutuhan masyarakat di tingkat kelurahan dan kecamatan. Kami berharap usulan yang disampaikan bisa menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan yang tepat sasaran di tahun 2026,” beber Ramlan.
Komisi I DPRD Kota Bitung juga menekankan pentingnya pengawasan terhadap pelaksanaan program-program yang sudah direncanakan.
“Pengawasan yang ketat akan dilakukan untuk memastikan bahwa anggaran yang telah dialokasikan digunakan dengan efisien dan sesuai dengan kebutuhan riil masyarakat. Dan kami minta para Camat lebih aktif untuk memastikan bahwa program yang dijalankan memberikan manfaat langsung kepada warga,” ucapnya.
Disamping itu, politisi NasDem ini juga menegaskan kepada Camat agar bekerja satu garis.
“Selain perencanaan yang matang, pengawasan yang efektif juga menjadi kunci keberhasilan pembangunan. Kami ingin memastikan bahwa anggaran yang digunakan tepat sasaran dan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Saat bekerja satu garis,” tegasnya.
Hal yang sama juga diungkapkan politisi PAN, Imran Lakodi. Menurutnya, para Camat dalam bekerja menyukseskan program pemerintah agar lebih banyak berinovasi.
Mengingat, kata Imran, saat ini pemerintah diperhadapkan dengan efisiensi anggaran.
“Saya berharap forum ini adalah suatu kesempatan bersama untuk saling memberikan masukan. Terutama program-program yang direncanakan harus benar-benar mencerminkan kebutuhan masyarakat,” tukasnya.