BITUNG, SULAWESION.COM – Rapat lanjutan Panitia khusus (Pansus) tentang Ranperda Penyertaan Modal Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Dua Sudara Kota Bitung terkendala ketidakhadiran Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang.
Ketua Pansus Penyertaan Modal Devie Honce Barakati menyayangkan rapat yang sudah di diangendakan itu menjadi terkendala hanya karena ketidakhadiran PUTR.
“Sangat disayangkan pembahasan menjadi mandek karena PUTR tidak hadir, padahal sudah diagendakan sebelumnya,” sindir Devie, Rabu (18/02/2026).
Urgensi PUTR harus hadir ke dalam pembahasan, katanya, karena berkaitan dengan dokumen proyek yang sebelumnya sudah dikerjakan oleh PUTR.
Baca juga: Hengky Honandar Lantik Pejabat Eselon III dan IV, Ini Daftar Lengkapnya
“Nah, proyek yang sebelumnya sudah dikerjakan itu akan disertakan sebagai modal dalam bentuk aset. Tapi, sampai saat ini dokumen tersebut belum sampai ke tangan kami,” katanya.
Devie menegaskan pengalihan aset dari PUTR ke Perumda Air Minum Dua Sudara merupakan langkah strategis ditengah keterbatasan anggaran pemerintah.
“Di awal pembahasan, Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) sudah mempresentasikan jika penyertaan modal dengan besaran Rp 40 Miliar sangat membebani, maka kita putuskan dalam rapat mengalihkan aset yang dapat dinilai dengan uang,” tegasnya.
Dikesempatan tersebut, anggota Pansus Lady Joke Lumantow juga memberikan peryataan tegas. Lady meminta agar mempelajari lebih mendalam dokumen dari PUTR.
“Dokumen aset dari PUTR perlu dipelajari, jangan sampai ada yang tidak sesuai, kemudian anggota DPRD yang masuk di Pansus menjadi salah,” tukasnya.







