Terkait Upeti, Wasit Asal Bolmut Dapat Panggilan Klarifikasi: Namun Ada Yang Aneh Dalam Surat

Sain Mahmud Saat Memimpin Pertandingan. (Dok MZM Cup)

BOLMUT,SULAWESION.COM– Buntut cuitannya di media sosial Facebook pada Kamis 9 April 2026, Sain Mahmud mendadak mendapat surat pemanggilan klarifikasi Jumat 10 April 2026.

Surat ia terima pada Jumat 10 April 2026 pukul 14.57 WITA melalui via Whatsaap. Surat yang bernomor  : 001/KOMDIS/ASPROV-PSSI-SULUT/2026. Perihal PEMANGGILAN KLARIFIKASI.

Bacaan Lainnya

Dalam surat itu menyampaikan sehubungan dengan adanya dugaan pelanggaran disiplin yang dilakukan oleh saudara selaku perangkat pertandingan (wasit).

Berdasarkan laporan resmi yang diterima oleh Panitia Disiplin Asprov PSSI Sulawesi Utara, terkait pernyataan penolakan terhadap semua PLT Askab/Askot dan PLT Asprov.

Unggahan pada media sosial. Dugaan penyampaian informasi/tuduhan mengenai “pemberian upeti” tanpa dasar yang sah.

Dalam surat itu sidang direncakan akan digelar hari ini juga pada Jumat 10 April 2026, pukul 20.00 WITA. Bertempat sekretariat PSSI Sulut di Stadion Klabat Manado

Adapun tujuan pemanggilan untuk memberikan klarifikasi dan keterangan atas dugaan pelanggaran disiplin sebagaimana dimaksud di atas.

Ketentuan dirinya wajib hadir tepat waktu. Apabila tidak hadir tanpa alasan yang sah, maka sidang akan tetap dilanjutkan dan diputus tanpa kehadirannya.

Dirinya berhak memberikan pembelaan dan/atau membawa bukti yang dianggap perlu. Surat tersebut tembusan PLT Ketua ASPROV PSSI Sulawesi Utara.

Menariknya, surat pemanggilan tersebut ada kesalahan nama. Dalam surat tertulis Saim Machmud. Sedangkan namanya adalah Sain Mahmud.

Surat Pemanggilan Kepada Sain. Dan Telah Mendapat Izin Darinya.

Selain itu, surat yang ditandatangani oleh Jufrie Rumondor pada 9 April 2026 di Manado tersebut menggunakan cap panitia disiplin Liga 4 Sulawesi Utara. Padahal tertulis komite disiplin.

Padahal kita tau bersama Sain Mahmud tidak menyoroti turnamen di liga 4. Selain itu informasi yang ada PSSI Sulawesi Utara sampai saat ini belum ada Komisi Disiplin. Kabarnya komisi disiplin harusnya dibentuk di kongres.

Sebelumnya jelang pelaksanaan Bupati Cup Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) tahun 2026 dihebohkan dengan cuitan wasil asal Bolmut soal upeti.

Cuitan tersebut diunggah oleh Sain Mahmud pada Kamis 9 April 2026. Namun pada Jumat 10 April 2026 cuitan di Facebook telah hilang.

Dirinya mempertanyakan soal penugasan perangkat pertandingan pada Bupati Cup tahun 2026 yang akan digelar di Kecamatan Pinogaluman. Bahkan dirinya mempertanyakan soal upeti pada setiap kunjungan ke Bolmut.

“Apakah karena saya tidak lagi setuju?,” tulis Sain dalam postingan media sosial Facebook dimana mendapat puluhan komentar sebelum dihapus.

Ketika dikonfirmasi, Sain menyebut dirinya tidak mendapat rekomendasi (penugasan) memimpin pertandingan dalam gelaran Bupati Cup tahun 2026.

Dalam cuitannya, ia juga menyampaikan dan berharap tidak ada oknum yang “mancari” akan mengatasnamakan Asprov (PSSI Sulut) pada gelaran Bupati Cup.

Bagaimana tanggapan PSSI Sulawesi Utara?

Plt Direktur bidang organisasi PSSI Sulawesi Utara Toni Ponongoa mengatakan terkait tidak adanya nama Sain dalam penugasaan pertandingan Bupati cup menyebut tidak ada masalah pribadi. Hanya saja soal keputusan organisasi.

Ponongoa, menyampaikan alasan mengapa nama Sain tidak ada karena mengkritik kepengurusan Pelaksana tugas (Plt) PSSI Sulut.

“Secara lisan dirinya menolak dan menyampaikan ke Fandi dan Ferdi Pontoh bahwa Plt PSSI Sulut tidak Sah. Dan itu mereka berdua sampaikan ke saya.”katanya sehingga ini membuat dirinya tidak mendapat surat penugasan.

Ia menambahkan Sain merupakan wasit C2 sehingga dia berada dibawah naungan PSSI Sulut.

Sementara itu, menurut ketua PSSI Bolmut Salmin Aku dirinya menyebut masalah ini tidak ada kaitannya dengan PSSI Bolmut. Ia juga menyampaikan dalam kepengurusannya, Sain masuk ke departemen perwasitan.

 

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan