SULAWESION,BOLSEL — Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE, secara resmi menyerahkan kunci rumah hunian tetap (huntap) kepada warga terdampak erupsi Gunung Ruang.
Kegiatan berlangsung di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) dan menjadi penanda berakhirnya masa pengungsian bagi para penyintas.
Penyerahan kunci tersebut sekaligus menandai dimulainya fase pemulihan kehidupan yang lebih layak, aman, dan bermartabat bagi warga asal Kabupaten Kepulauan Sitaro yang terdampak bencana.
Dalam sambutannya, Gubernur Yulius menegaskan bahwa kehadiran pemerintah tidak berhenti pada masa tanggap darurat, tetapi berlanjut hingga tahap rehabilitasi dan rekonstruksi.
“Hari ini bukan sekadar penyerahan kunci rumah, tetapi penyerahan harapan.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara berkomitmen memastikan para pengungsi Gunung Ruang dapat kembali menjalani kehidupan yang aman, tenang, dan sejahtera,” ujar Gubernur.
Ia menyampaikan, pembangunan huntap tidak hanya berfokus pada fisik bangunan, tetapi juga pada pemulihan kualitas hidup masyarakat.
“Kita tidak hanya membangun rumah, tetapi membangun kehidupan yang lebih baik,” tambahnya.
Kawasan hunian tetap tersebut telah dilengkapi berbagai fasilitas dasar, antara lain rumah ibadah, area olahraga, sekolah, puskesmas, balai desa, serta tambatan perahu. Seluruh infrastruktur dibangun sesuai standar kelayakan sebagai bagian dari program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.
Gubernur juga mengapresiasi kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, Pemerintah Kabupaten Bolsel dan Sitaro, TNI/Polri, serta seluruh pihak yang berperan dalam percepatan pembangunan.
Kepada masyarakat setempat, Gubernur mengajak untuk menerima para warga relokasi dengan semangat kebersamaan.
“Mari kita jaga dan rawat lingkungan ini bersama-sama. Pemerintah akan terus mendampingi agar proses pemulihan berjalan optimal,” ujarnya.
Acara tersebut turut dihadiri Ketua TP PKK Provinsi Sulawesi Utara Anik Yulius Selvanus, Bupati Sitaro, Bupati Bolsel, jajaran Forkopimda, perwakilan kementerian terkait, pimpinan OPD, tokoh masyarakat, serta para penerima hunian tetap.







