Begini Tradisi Keliling Kampung Saat Lebaran Idul Fitri di Buyat Boltim

Tradisi keliling kampung di Desa Buyat Bersatu di Kabupaten Boltim terus terjaga. Tradisi ini dilakukan saat lebaran Idul Fitri dalam rangka mempererat tali persaudaraan. (Foto: Kiki Alamtaha)

BOLTIM, SULAWESION.COM – Perayaan lebaran Idul Fitri tahun 1447 Hijriah atau tahun 2026 masehi di enam desa di Buyat Bersatu Kecamatan Kotabunan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) berlangsung penuh kehangatan. Sebuah tradisi yang telah berlangsung bertahun-tahun di Buyat Bersatu terus terpelihara. Namanya ‘Keliling Kampung’, sebuah tradisi mengisi lebaran yang penuh kesan positif.

Dalam tradisi ini, warga masyarakat yang digerakkan oleh pemerintah desa, saling mengunjungi satu sama lain. Mereka bersalaman dan saling memaafkan. Sebuah upaya memperkokoh tali persaudaraan di tengah modernisasi.

Bacaan Lainnya

Sangadi atau Kepala Desa Buyat Satu, Chandra Setiawan Modeong, menuturkan bahwa tradisi ini dilaksanakan sehari setelah sholat ied. Dimana, laki-laki yang telah berkeluarga mendapat giliran pertama keliling kampung untuk bersilaturahmi dengan sesama warga masyarakat di desa.

“Hari berikutnya giliran ibu-ibu yang keliling kampung untuk silaturahmi, saling memaafkan. Ini tradisi yang sangat unik dan harus kita jaga bersama karena besarnya sisi positif yang dapat kita ambil dari sini,” ujar Sangadi Chandra Setiawan Modeong.

Khusus di Desa Buyat Satu, kegiatan keliling kampung dilaksanakan pada Minggu 22 Maret 2025 oleh kelompok laki-laki. Mereka berkumpul dan memulai kegiatan dari kediaman Sangadi Chandra Setiawan Modeong dan mulai menyisir rumah-rumah warga hingga tak satu pun yang terlewatkan.

“Tradisi ini membawa pesan bahwa kita sebagai mahluk sosial perlu untuk saling memelihara silaturahmi, apalagi ini dalam momentum perayaan hari besar umat islam, Idul Fitri,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan