Dunia

Lebih dari 60 Orang Masih Hilang akibat Ledakan di Libanon

kondisi pasca ledakan di libanon | istimewa

SULAWESION.COM —  Lebih dari 60 orang dilaporkan belum ditemukan pasca ledakan dahsyat di Beirut, Libanon empat hari lalu, Selasa (4/8). Selain itu, jumlah korban tewas terus bertambah mencapai 154 orang.

“Jumlah korban tewas 154, termasuk 25 orang yang belum diidentifikasi. Selain itu, kami memiliki lebih dari 60 orang yang masih hilang,” kata seorang perwakilan dari Kementerian Kesehatan Libanon kepada AFP, dikutip CNN Indonesia Sabtu (8/8).

Kementerian Kesehatan Libanon menyatakan hingga saat ini terdapat lebih dari 5.000 orang yang terluka. Sebanyak 120 orang di antaranya dalam kondisi kritis.

BACA JUGA: Nekat Akhiri Hidup dengan Minum Racun Rumput, Korban: Sudah Jo Mo Obat Pa Mama

Saat ini, tim evakuasi masih mencari korban yang hilang tertimbun reruntuhan. Pemerintah Libanon juga tengah mengusut penyebab ledakan di pelabuhan tersebut.

Presiden Libanon Michael Aoun berjanji mengusut tuntas penyebab insiden tersebut. Dia juga menolak segala bentuk penyelidikan internasional untuk mencegah campur tangan pihak asing yang dapat mengaburkan kebenaran.

Pemerintah Libanon menduga ledakan itu disebabkan timbunan amonium nitrat yang disimpan di pelabuhan sejak 2013 tanpa pengamanan memadai. Dilaporkan terdapat 2.750 ton amonium nitrat di gudang tersebut. Amonium nitrat merupakan bahan kimia berdaya ledak tinggi.

Aparat setempat kini sedan mencari pemantik atau pemicu ledakan amonium nitrat tersebut. Terdapat sejumlah dugaan munculnya ledakan mulai dari perbaikan gedung, kembang apa, hingga kemungkinan serangan rudal. “Ada dua kemungkinan, kelalaian atau serangan asing melalui rudal atau bom,” kata Aoun.

BACA JUGA: Mendikbud Izinkan Sekolah Laksanakan Pembelajaran Tatap Muka

Ledakan di pelabuhan Beirut terjadi pada 4 Agustus sekitar pukul 18.08 waktu setempat. Sebelum ledakan, sekitar pukul 17.40 dilaporkan terdapat kebakaran yang diduga berasal dari kembang api. (ptj/dea/red)

Sebarkan:
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Terpopuler Minggu Ini

To Top