Bawa Semangat Perubahan, Sintya Bojoh Siap Bertarung di Pemilihan Ketua PWI Sulut 2026–2031

SULAWESION, MANADO — Presenter cantik, Sintya Nidya Christin Bojoh, menyatakan kesiapannya bertarung dalam Pemilihan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Utara periode 2026–2031.

Sintya dinyatakan memenuhi syarat sebagai calon Ketua PWI Sulut setelah memperoleh persetujuan dari Pengurus Pusat PWI.

Bacaan Lainnya

Perempuan kelahiran Tondano, 22 Desember 1977 itu, disebut mendapat dukungan dari berbagai kalangan anggota, baik wartawan baru maupun senior di PWI Sulut.

Pencalonannya juga mencatatkan sejarah sebagai salah satu perempuan yang maju dalam kontestasi Ketua PWI di tingkat provinsi.

Sintya, yang akrab disapa Tia, mengatakan keputusannya maju dilandasi tekad kuat untuk membawa perubahan di tubuh PWI Sulut.

Ia menegaskan komitmennya untuk mengembalikan hak-hak anggota, memulihkan jati diri dan marwah organisasi, serta memperkuat kelembagaan yang berorientasi pada program.

“PWI sebagai organisasi yang menaungi profesi jurnalis harus menjunjung tinggi marwah organisasi sebagai prioritas utama yang perlu dibenahi,” ujarnya.

Ia juga mengaku menerima banyak masukan dari anggota PWI di berbagai kabupaten/kota terkait tata kelola organisasi ke depan.

Menurutnya, anggota menginginkan figur baru yang lebih memperhatikan kebutuhan mereka.

“Saya mendapatkan banyak masukan dari anggota PWI di tiap kabupaten/kota. Intinya mereka butuh figur baru yang bisa memberikan perhatian kepada anggota,” katanya.

Hal tersebut dibenarkan sejumlah anggota PWI. Mereka menilai organisasi membutuhkan figur dengan semangat baru seperti Sintya.

Seorang wartawan senior asal Kotamobagu mengatakan, Sintya dikenal berkarier dari bawah sehingga dinilai memahami kebutuhan anggota.

“PWI butuh figur baru. Sintya kami tahu berkiprah sebagai wartawan mulai dari bawah. Kami yakin Sintya sangat paham apa yang kami butuhkan,” ujarnya.

Ia menambahkan, sebagai organisasi profesi, PWI perlu menghadirkan program peningkatan kapasitas, terutama bagi anggota baru.

“Selama ini kami harus bergabung dengan organisasi konstituen Dewan Pers lainnya karena di PWI sangat jarang program peningkatan kapasitas. Bahkan hampir tidak ada,” katanya.

Ia berharap, jika terpilih nanti, Sintya dapat memprioritaskan program tersebut.

Diketahui, kepengurusan PWI Sulut periode saat ini akan segera berakhir. PWI dijadwalkan menggelar konferensi untuk memilih kepengurusan baru periode 2026–2031 pada 30–31 Maret 2026 di Manado.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan