Opini

Apakah Kepala Desa Termasuk Penyelenggara Negara? 

Ditulis oleh : Andi Z. A. Guntur

Penyelenggara Negara adalah Pejabat Negara yang menjalankan fungsi eksekutif, legislatif, atau yudikatif dan pejabat lain yang fungsi dan tugas pokoknya berkaitan dengan penyelenggaraan negara sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Penyelenggara Negara yaitu, Pejabat Negara pada Lembaga Tertinggi Negara, Pejabat Negara pada Lembaga Tinggi Negara, Menteri, Gubernur, Hakim, Pejabat negara yang lain sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, dan Pejabat lain yang memiliki fungsi strategis dalam kaitannya dengan penyelenggara negara sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Dari uraian di atas, tidak ada satupun undang-undang yang menyebutkan bahwa Kepala Desa merupakan penyelenggara negara. Karena Kepala Desa tidak menjalankan fungsi Eksekutif, Legislatif, ataupun Yudikatif. Jadi pada dasarnya Kepala Desa bukanlah Pejabat Negara.

Kepala Desa adalah penyelenggara Pemerintahan Desa, yang bertugas menyelenggarakan Pemerintahan Desa, melaksanakan Pembangunan Desa, melaksanakan Pembinaan Kemasyarakatan Desa, dan meningkatkan Pemberdayaan Masyarakat Desa.

Bolehkah Kepala Desa mengganti semua perangkat Desa ?

“Ketika berbicara tentang Kepala Desa, siapapun yang sudah pada posisi ini memang diregulasinya mempunyai kewenangan memberhentikan dan mengangkat perangkat desa,” berdasarkan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa (UU Desa).

Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa (PP Desa). Sebagaimana diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2015, dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 83 Tahun 2015 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Desa (Permendagri Nomor 83 Tahun 2015).

Dalam melakukan pengangkatan perangkat desa yang baru, terlebih dulu harus memberhentikan perangkat desa yang lama, sesuai mekanisme yang berlaku.

Pengangkatan perangkat desa dan pemberhentian perangkat desa, terlebih dahulu di rapatkan melalui BPD dan diharuskan mendapatkan surat rekomendasi dari Kantor Kecamatan setempat.

“Untuk pemberhentian perangkat desa itu ada dua jenis, salah satunya orangnya telah meninggal dunia dan diberhentikan oleh kepala desa sebagai hak dan kewenangan penuh Kepala Desa, jika dianggap tidak lagi sejalan dengan Kepala Desa.

Bolehkah Kepala Desa di Jerat Kasus Korupsi Dana Desa ?

Hal ini boleh saja, seperti dialami beberapa Kepala Desa, namun setelah terbitnya MOU antara Mendagri, Kejaksaan Agung dan Kapolri, Nomor : 119-49 Tahun 2018, Nomor : B-369/F/Fjp/02/2018, dan Nomor : B/9/II/2018 Tentang Koordinasi Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) Dengan Aparat Penegak Hukum (APH) Dalam Penanganan Laporan Atau Pengaduan Masyarakat Yang Berindikasi Tindak Pidana Korupsi Pada Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah, Nomor : 700/8929/SJ, Nomor : KEP 694/A/JA/II/2017, Nomor : B/108/XI/2017, Tanggal 30 November Tahun 2017.

Pihak penegak hukum seperti Kepolisian dan Kejaksaan, jangan langsung memproses secara hukum Kepala Desa yang melakukan kesalahan dalam pengelolaan dana desa, tapi diharap memperhatikan langkah mens reanya, karena kemungkinan Kepala Desa tidak memahami pengelolaan keuangan, kecuali jika terbukti melakukan penyimpangan untuk memperkaya diri.

“Kesalahan pengelolaan Dana Desa, biasanya terjadi karena ketidak mampuan Kepala Desa dalam proses administrasi keuangan, jadi  penyelesaiannya harus dengan pembinaan, bukan dengan tindakan hukum.

” Jika ditemukan kesalahan administrasi dalam pengelolaan Dana Desa jangan langsung dikenakan tindakan hukuman. Namun pihak penyidik memberi bantuan Kepala Desa yang melakukan kesalahan admistrasi, kecuali jika memang diketahui mereka secara sengaja melakukan penyimpangan untuk kepentingan pribadi seperti, membeli mobil atau membangun rumah Kepala Desa menggunakan Dana Desa tersebut, boleh langsung diberikan tindakan hukum.”
**

Sebarkan:
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Terpopuler Minggu Ini

To Top