Otomotif

Xiaomi Luncurkan Gokart dengan Sensasi Mengemudi ala Lamborghini

NAMA Xiaomi dikenal sebagai produsen ponsel pintar dengan beragam model. Kini, produk yang ditawarkan oleh perusahaan teknologi asal Tiongkok itu bukan hanya alat komunukasi, tetapi juga sebuah kendaraan Gokart.

Ya, Xiaomi baru saja meluncurkan produk yang diberi nama Ninebot GoKart Pro. Menariknya, kendaraan roda empat tanpa bodi itu dibuat dengan menggandeng produsen mobil sport Lamborghini.

Melansir dari Autoevolution, Jumat 21 Agustus 2020, produk baru itu diibaratkan sebagai supercar Huracan dalam versi mungil. Bodi Gokart pun dicat warna kuning ikonik Lamborghini, yang disebut Giallo Orion.

BACA JUGA: Ganas, Toyota Avanza Ini Dipasangi Mesin Jet

Di depan bodinya terdapat logo ‘Banteng Mengamuk’, serta tulisan ‘Lamborghini’ sebagai penguat identitasnya. Untuk menguatkan kesan berkendara mobil bermesin V10 atau V12, pengemudi Gokart ini bisa mengaktifkan fitur suaranya.

Tampilannya pun tak kalah sporty dengan mobil sport buatan pabrikan Italia tersebut. Ninebot GoKart Pro memiliki bumper depan yang aeorodinamis, di sisi kiri dan kanan terdapat lubang untuk mengalirkan angin, dan di belakang terdapat sayap berukuran besar.

BACA JUGA: Cara Hemat BBM Mobil yang Jarang Diketahui Orang

Seperti Gokart pada umumnya, kendaraan ini hanya bisa dinikmati oleh seorang pengemudi. Produk Xiaomi ini dirancang untuk bisa menahan bobot pengemudi sampai 100 kilogram di joknya.

Gokart ini tidak lagi memakai mesin seperti model lawas. Sebagai gantinya, dipasang motor listrik dengan baterai baterai 432Wh yang diklaim mampu untuk melakukan 62 putaran di sirkuit 400 meter, dan kecepatan maksimalnya bisa mencapai 40 kilometer per jam.

Untuk menebus kendaraan empat roda mungil itu, pembelinya harus menyiapkan dana setara Rp21 juta. Sayangnya, Ninebot GoKart Pro baru akan dipasarkan di Tiongkok.

(viva)

Sebarkan:
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Terpopuler Minggu Ini

To Top