Sulsel

Alasan Oknum Polisi Tembak Istri dan Anggota TNI di Sulsel Terungkap, Ada Aroma CLBK

Babinsa TNI Serda Hasanuddin dirawat usai terkena tembak (Istimewa)

MAKASSAR, SULSEL – Kasus penembakan Babinsa TNI Serda Hasanuddin (46) dan Hasmiati (42) di Kelurahan Empoang, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan oleh oknum polisi berinisial Bripka HE (47) diduga dilatari masalah perselingkuhan. Kedua korban diduga sedang dimabuk cinta lama kembali bersemi (CLBK).

Kapolda Sulsel Irjen Mas Guntur Laupe menyebutkan Hasmiati yang merupakan istri Bripka HE, pada masa mudanya, pernah pacaran dengan Hasanuddin ketika masih lajang atau muda. Hubungan keduanya kandasa karena Her langsung melamar Hasmiati.

BACA JUGA: Astaga, Oknum Polisi di Sulsel Tembak Istrinya dan Seorang Anggota TNI

“Mereka dulu mantan pacar. Waktu masih muda sebelum nikah, sempat pacaran. Dan bahkan pengakuan istri HE ini, dulu TNI ini juga sempat hendak melamarnya, tapi duluan si pelaku,” kata Guntur di Makassar, Sabtu (16/5/2020).

Selain itu, Hasmiati dan Hasanuddin juga masih memiliki hubungan sepupuan.

Setelah hubungan pacaran putus karena Hasmiati menerima laran HE, Hasanuddin memutuskan menikah juga. Belakangan keduanya dekat lagi hingga ditemukan berduaan di kamar rumah HE yang berakhir dengan penembakan, pada Kamis 15 Mei 2020 malam.

BACA JUGA: Istri Polisi di Sulsel yang Ditembak Suaminya Alami Patah Tulang

Peristiwa itu terjadi saat Bripka HE pulang ke rumahnya dan curiga melihat lampu tak menyala sedangkan di luar ada sepeda motor trail. HE lantas naik pagar menyelinap ke dalam rumah lalu menuju kamarnya.

Begitu membuka tabir kamar, dia melihat istrinya berduaan dengan pria lain. HE kemudian menembak istri dan anggota TNI tersebut hingga roboh bersimbang darah di kamar.

“Saat ditemukan di lokasi, Babinsa tanpa celana, dia cuma pake baju. Kalau istri pelaku pakai daster,” ujar Guntur.

BACA JUGA: Sudah Bisa Bicara, Babinsa TNI Korban Penembakan Oknum Polisi di Sulsel Lewati Masa Kritis

Pasca-kejadian itu, Bripka HE diamankan oleh Propam Polda Sulsel untuk penyelidikan kasusnya.

Kapendam XIV Hasanuddin, Kolonel Inf Maskun Nafik mengatakan, Serda Hasanuddin dan Hasmiati masih dirawat di rumah sakit. “Kami sudah berkoordinasi juga dengan kepolisian. Bapak Kapolda juga sudah meminta maaf kepada Pangdam terkait masalah ini.”

(okz)

Sebarkan:
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Terpopuler Minggu Ini

To Top