Sulsel

Diduga Bermasalah, Tim Macora Tolak DPS

Calon Bupati Barru, HM Malkan Amin

BARRU, SULSEL – Tim Pemenangan Pasangan Calon (Paslon) H.M. Malkan Amin-A. Salahuddin Rum (Macora Na Mabessa) untuk kedua kalinya mengajukan keberatan ke pihak KPU sekaligus menolak Daftar Pemilih Sementara (DPS) yang diduga syarat dengan masalah yang harus dibenahi.

Keberatan pertama yang diajukan belum mendapatkan jawaban pasti terkait 102 orang yang diajukan sebagai data pemilih bermasalah. Kini tim Malkan-Udin( MU) kembali mengajukan penolakan kedua terhadap data pemilih sementara( DPS), setelah tim hukum pasangan ini menemukan sekitar 8.057 NIK bermasalah dan 1.199 data pemilih ganda.

Baca Juga: Sopyan Syam Yakin Macora Menangkan Pilkada Barru

Kepada awak media, Idham Amiruddin salah seorang Tim Hukum Malkan-Udin( MU) saat merilis data DPS yang dinilai bermasalah, Rabu (14/10/2020) malam. Secara terbuka membeberkan alasan pihaknya menolak data DPS KPU Barru.

“Ada enam poin keberatan tim MU ke pihak KPU. Keenam poin tersebut yakni pertama, urutan pemilih dalam file format PDF tidak sama dengan file CSV yang kemudian disusulkan. Kedua masih ditemukan nomor induk kependudukan( NIK) rekayasa pada TPS yang sama disejumlah lembaran yang berbeda,” jelas dia

Temuan ketiga lanjut dia, adalah adanya dugaan data ganda lintas TPS, kelurahan dan kecamatan. Selanjutnya yang keempat ditemukan pemilih dengan NIK kecamatan siluman. Dalam DPS yang diberikan KPU pada digit 5 dan 6 nominalnya melampaui jumlah kecamatan yang ada  di kabupaten Barru.

Adapun temuan kelima melakukan perubahan kode  wilayah kabupaten kota pada digit 3 dan 4 untuk membenarkan NIK kecamatan siluman. Sebelumnya kode 11 untuk kabupaten Barru kemudian menjadi 71 untuk pengkodean kota Makassar.

“Hal ini sangat fatal karena sangat tidak memungkinkan pengkodean 71 yang terdaftar baku dalam server komputer Capil kabupaten Barru dan keenam ditemukan data Pilpres 2019 yang berkategori benar namun kemudian menjadi tidak benar di DPS pemilihan bupati dan wabup tahun 2020,” tandas Idham.

Baca Juga: Partai Gerindra Siap Menangkan Macora di Pilkada Barru

Dari pengungkapan masalah DPS, kata mantan Konsultan Kependudukan ini bukan bermaksud mencari-cari kesalahan pihak yang berhubungan dengan data kependudukan.

Tetapi kita berharap masyarakat memiliki pengetahuan tentang data kependudukan yang benar, tertib dan akuntabel.

“Melalui temuan kami ini akan ditemukan dugaan apakah DPS ini sengaja direkayasa, kemudian siapa yang berperan dalam skenario tersebut atau adakah pihak yang sengaja bersekongkol untuk mengacaukan DPS ini,” pungkasnya.

 

(Tim Lip)

Sebarkan:
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Terpopuler Minggu Ini

To Top