Sulsel

Kampanye di Cina, NH katakan sesungguhnya soal fitnah Cengkeh

Calon Gubernur-Calon Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar bersama Pengurus Golkar

SULAWESION.COM, BONE – Calon Gubernur Sulsel, Nurdin Halid (NH), akhirnya angkat bicara ihwal isu yang mendiskreditkan dirinya sebagai orang yang membuat harga cengkeh anjlok pada masa lalu. Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) itu menegaskan bahwa isu tersebut diembuskan oknum tidak bertanggungjawa yang mencoba menggerus popularitas dan elektabilitasnya menjelang Pilgub Sulsel 2018.

“Itu isu politik, saya disebut turunkan harga cengkeh. Astagfirullah, itu adalah fitnah. Allah SWT Maha Mengetahui dan malaikat pasti mencatat,” kata NH, di hadapan warga Kecamatan Cina, Kabupaten Bone, saat melakukan kampanye tatap muka dan dialogis, Sabtu, (3/3/2018).

NH lantas bercerita mengenai situasi pelik tatkala harga cengkeh anjlok, sekitar 20 tahun silam. Semasa dirinya menjabat sebagai Direktur Puskud Hasanuddin, harga cengkeh diakuinya bisa dibilang tidak ada nilainya. Itu karena cengkeh hanya dipakai untuk industri rokok. Ironisnya, kata NH, pabrik rokok sudah memiliki stok menumpuk di gudangnya.

Pemerintah lantas mendirikan Badan Penyangga dan Pemasaran Cengkeh (BPPC). Kemunculan badan baru tersebut terjadi tatkala harga cengkeh hanyalah berkisar Rp100. Tommy Soeharto yang merupakan unsur pimpinan yang menginisiasi BPPC lantas menunjuk warga non-Sulsel untuk menjadi Kepala Perwakilan BPPC Sulsel.

“Di situ saya berjuang, saya tersinggung kenapa bukan orang koperasi dan orang pribumi yang menjadi kepala perwakilan. Ya terus terang saja (jabatan Kepala BPPC) itu saya rebut, bukan pemberian. Meski begitu, saya buktikan kepada Tommy Soeharto untuk mengangkat harga cengkeh,” NH menceritakan.

“Perlahan tapi pasti, harga cengkeh mulai terangkat. Dari sebelumya hanya Rp100, naik menjadi Rp500, lalu Rp1.000 sampai dengan Rp4.000. Namun, dalam penentuan harga cengkeh, ya bukan saya tapi pusat. Ditentukan oleh menteri perdagangan dan dilaksanakan oleh BPPC. Saya sendiri telah berjuang untuk menstabilkan harga cengkeh,” sambung mantan Ketua PSSI tersebut.

NH menuturkan telah memiliki banyak pengalaman berkaitan dengan menjaga stabilitas harga komoditas pangan. Bermodal pengalaman ditambah jaringannya yang kini sangat luas, ia dan Aziz Qahhar Mudzakkar berjanji membuat harga komoditas pangan di Sulsel lebih stabil. Dengan begitu, petani dan masyarakat, dalam hal ini konsumen bisa diuntungkan.

NH-Aziz diketahui merancang sistem resi gudang untuk memastikan harga komoditas pangan strategis bisa terjamin, baik saat panen maupun pasca-panen. Pasangan nomor urut satu ini juga mengadopsi sistem petik olah jual yang dulu digagas mantan Gubernur Sulsel, Amiruddin. Sistem tersebut sangat baik, tapi sayang tidak dilanjutkan dan dikembangkan. (BOB)

Sebarkan:
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Berita Terpopuler

To Top