Sulsel

Polisi Tangkap Pelaku Pembusuran dan Pembacokan Pasutri yang sebabkan Korban Tewas

Pelaku Pembusuran dan Pembacokan diserahkan Polda Sulsel ke Polsek Makassar

SULAWESION.COM, MAKASSAR – Polisi akhirnya berhasil meringkus Darmawan Alias Wawang (36), pelaku penganiayaan yang menyebabkan Korban Ali Sukri (36) meregang nyawa lantaran tertancap busur pada bagian perut dan dada. Bahkan peristiwa ini juga membuat Istri korban Irma mengalami luka sabetan senjata tajam berupa pisau dapur dibagian lengan kanannya ini diringkus ditempat persembunyiannya di Galangan Kapal, Makassar, Sabtu (8/2/2020), dua jam setelah pelaku melakukan aksinya.

Pengejaran terhadap pelaku pembusuran dan penganiayaan yang menyebabkan meninggalnya korban ini juga dilakukan pihak Kepolisian Sektor Makassar, namun Tim Resmob Polda Sulsel lebih dahulu meringkus pelaku dipersembunyiannya.

Kanit Reskrim Polsek Makassar, AKP H. Rahman Ronrong saat dikonfirmasi mengatakan Tim Resmob Polsek Makassar juga telah melakukan pengejaran terhadap pelaku setelah melihat kondisi korban pasangan Suami Istri di Rumah Sakit Awal Bros Makassar, dimana kondisi salah satu korban meninggal dunia akibat tertancap dua anak panah dibagian dada dan perut sedang Istri pelaku terkena sayatan pisau dapur dibagian lengan kanan.

“Setelah melihat kondisi korban di Rumah Sakit, kami langsung mengejar pelaku berdasarkan informasi yang didapat Anggota dimana pelaku bersembunyi di Daerah Galangan Kapal”, terang, Kanit Reskrim Polsek Makassar, AKP H. Rahman Ronrong, Senin (10/2/2020)

Sementara hasil pemeriksaan Polda Sulsel, pelaku melakukan motif operandinya lantaran tidak terima penghinaan yang dilakukan oleh korban yang mengeluarkan bahasa tidak senonoh terhadap Istri pelaku bahkan mengancam akan membunuh Istri pelaku menggunakan tombak saat pelaku tengah menjalani masa hukuman di Lapas Makassar dan hal tersebut disampaikan oleh Istri Pelaku.

Usai menjalani masa tahanan di Lapas Makassar, Pelaku kemudian mengincar korban dengan memantau lokasi tempat tinggal korban di Jalan Pamolongan, Barabarayya Utara, Kecamatan Makassar, Kota Makassar, pada sabtu 8 Februari 2020, pukul 19.00 wita dan melihat keberadaan korban.

Pelaku kemudian kembali ke rumahnya mengambil pisau dapur dan anak panah beserta busur pelontar anak panah dan kembali mendatangi korban dengan mengayunkan pisau dapur namun pelaku dipeluk oleh Istri korban untuk melerai pertikaian yang menyebabkan Istri korban bernama Irma mengalami luka sayatan pisau dilengan sebelah kanan.

Usai melukai Istri korban pelaku kemudian kembali mengayunkan pisau dapur yang dipegangnya ke arah korban sebanyak empat kali namun korban berhasil menghindar serta menangkis ayunan pisau tersebut yang menyebabkan luka ditangan korban kemudian berusaha kabur namun tak puas dengan perbuatannya pelaku kemudian melepaskan anak panah sebanyak empat kali dua anak panah menancap di dada dan perut pelaku.

Pekaku yang terlebih dahulu diamankan di Polda Sulsel, siang tadi telah diserahkan ke Polsek Makassar, dimana pelaku melakukan aksinya di Wilayah Hukum Kepolisian Sektor (Polsek) Makassar.

Hal ini dibenarkan oleh Kanit Reskrim Polsek Makassar, AKP H. Rahman Ronrong, penyerahan pelaku ke Polsek Makassar, dimana saat ini pelaku tengah menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh penyidik.

“Pelaku telah diserahkan ke Polsek Makassar dan sedang menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh Penyidik Polsek Makassar”, pungkasnya.

Akibat dari aksi penganiayaan yang dilakukan oleh Darmawan alias Mawang yang mengakibatkan korbannya meninggal dunia ini pihak kepolisian menjerat pelaku dengan pasal 338 KUHP, dan atau pasal 351 KUHP, dengan ancaman hukuman mati atau hukuman penjara maksimal 15 belas tahun.

(Bob)

Sebarkan:
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Berita Terpopuler

To Top