Sulsel

Tolak Tambang Galian C, Aliansi Masyarakat Penja Enrekang Bentangkan Spanduk

Aliansi Masyarakat Penja Menggelar Aksi Bentangkan Spanduk melakukan penolakan tambang pasir dan batu

ENREKANG, SULSEL – Aliansi Masyarakat Penja Menggelar Aksi Bentangkan Spanduk melakukan penolakan tambang pasir dan batu yang akan masuk di Dusun Penja, Desa Karueng, Kecamatan Enrekang, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, Selasa (4/8/2020).

Aksi yang digelar oleh puluhan pemuda penja ini merupakan bentuk pengecaman terhadap pemerintah daerah atas izin lingkungan rencana kegiatan penambangan pasir dan batu dengan luas lahan IUP 9,2 HA.

“Adapun jumlah masyarakat yang sepakat dengan keberadaan tambang tersebut lengkap dengan materai dan tanda tangan hanya berjumlah 8 orang dan masyarakat yang tidak sepakat dengan jumlah 208 orang masyarakat asli dari daerah tersebut,” ujar Mentos warga setempat.

Selaku putera daerah Penja Mentos juga menyampaikan aksi ini merupakan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan agar bantaran Sungai Saddang tidak rusak.

“bantaran sungai saddang ini semoga kita bisa berkaca pada tambang sebelumnya dimana tambang tersebut mengakibatkan jalan penghubung antara desa karueng ini mengalami kerusakan parah pada infrastruktur diakibatkan truk yang masuk beberapa tahun ini,” ungkapnya.

Sementara Ketua FBHM, Hendrianto Jufri menyayangkan adanya dokumen yang beredar tertera telah terjadi kesepakatan antara pengusaha tambang, dengan pihak Kepala Desa dan Lingkungan Hidup tanpa adanya sosialisasi terlebih dahulu kepada masyarakat.

“Jadi kami tentunya mengecam tindakan pemodal dan tindakan yang kami indikasikan kerja sama instansi-instansi terkait dalam hal penerbitan izin-izin seperti izin lingkungan dan izin pengelolaannya”, tegas Ketua FBHM.

(Mis)

Sebarkan:
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Terpopuler Minggu Ini

To Top