Sulteng

Ibu Samria Bacakan Pembelaan Diri di Depan Majelis Hakim, Berikut Kutipannya

BANGGAI, SULTENGIbu Samria (50), terdakwa kasus pengrusakan base camp PT Kurnia Luwuk Sejati (KLS) membacakan nota pembelaan atau pledoi di hadapan majelis hakim Pengadilan Negeri Luwuk Banggai, pada Kamis, (8/10/20). Pledoi dibacakan oleh kuasa hukum, yaitu Rahmawati SH

Selanjutnya, Ibu Samria sendiri meminta kepada Majlis Hakim untuk menyampaikan pembelaan dirinya dalam persidangan tersebut. Perempuan separuh baya itu pun menumpahkan segala pembelaan dirinya.

BACA JUGA: Kok Bisa? Ibu Samria yang Mempertahankan Tanah Miliknya, Justru Dituntut 2 Bulan

Berikut ini sedikit kutipan isi pembelaan dirinya, yang dibacakan oleh Ibu Samria, yang sebelumnya dia catat dari rumahnya.

Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamualaikum WR. WB.

Kepada Yang Mulia Majelis Hakim yang saya hormati. saya sekeluarga selama ini telah tersiksa kehidupan kami, di karenakan pihak perusahaan PT KLS semena -mena terhadap kami.

Kebun yang kita garap dari tahun 1982 kini telah menjadi kebun sawit. Padahal lahan itu kami olah sekeluarga. Perjuangan untuk bisa mendapatkan kebun saya di balas dengan segala bentuk intimidasi perusahaan.

Beberapa kali pondok saya di bakar, belum lagi teror dari aparat, karna saya masih tetap bertahan di lahan saya, dan tidak mau menyingkir dari areal tersebut.

Walaupun hidup seadanya, terkadang hanya makan bubur, namun saya tetap bertahan untuk mendapatkan hak saya. saya memang orang kecil tak sebanding dengan pemilik perusahaan, namun saya punya harga diri. dan harga diri itu tidak bisa di injak-injak sekalipun dia orang besar.

Harapan saya, kiranya dalam memberi putusan nanti, Majelis Hakim Yang Mulia akan terketuk hati nurani dari sisi kemanusiaannya, sehingga dapat memberikan putusan yang seadil-adilnya dan yang terbaik bagi saya.

BACA JUGA: Sidang Kasus Ibu Samria Vs PT KLS Terus Berlanjut

Sebelumnya, Isi Pledoi yang dibacakan oleh Penasihat Hukumnya, Rahmawati SH meminta kiranya Majelis Hakim menjatuhkan putusan sebagai berikut.

1. Menyatakan terdakwa Samria Badjana tidak terbukti melakukan tindak pidana ” dengan sengaja dan melawan hukum,menghancurkan,merusak,membikin tidak dapat di pakai atau menghilangkan sesuatu atau sebagian milik orang lain sebagaimn di atur dalam pasal 406 ayat 1 KUHP.

2. Membebaskan terdakwa Samria Badjana dari dakwaan penuntut umum tersebut : setidak tidaknya.

3. Melepaskan terdakwa Samria Badjana dari segala tuntutan hukum.

4. Memulihkan harkat martabat terdakwa.

5. Membebankan biaya perkara kepada negara.

6. Mohon putusan yang seadil – adilnya.

(Samsir)

Sebarkan:
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Terpopuler Minggu Ini

To Top