Sulteng

Irigasi Rusak Akibat Gempa Bumi, Petani Keluhkan tak Bisa Bercocok Tanam

Saluran Irigasi yang rusak akibat bencana Likuifaksi di Sigi. Foto Masrukin

SULAWESION,SIGI – Sembilan bulan pasca gempa bumi dan likuifaksi yang terjadi di Palu Sulawesi Tengah, mengakibatkan irigasi di dua kecamatan tak berfungsi. Akibatnya, para petani tak bisa bercocok tanam.

 

Dua kecamatan itu adalah Sigi Binomaru dan Gombasa, Kabupaten Sigi. Sampai saatnya ini, irigasi di daerah tersebut belum tersentuh perbaikan. Para petani setempat mengaku mulai kehilangan pekerjaan.

 

Pak Gayon, Ketua Kelompok Tani di Kecamatan Sigi Biromaru mengeluhkan hal tersebut. “Sudah sembilan bulan tidak bisa bercocok tanam dikarnakan tidak ada air dari irigasi Gumbasa. Kami sempat dikasih bantuan berupa bibit tetapi kalau tidak ada air tetap tidak bisa ditanam,” pungkasnya, Minggu 30 Juni 2019.

 

Pak Gayon dan petani lain berharap, pemerintah melalui dinas terkait agar segera secepat mungkin menyelesaikan perbaikan irigasi  dan memberikan solusi  berupa sumur bor untuk tiap kelompok tani korban gempa bumi dan likuifaksi di dua kecamatan, agar para petani bisa menanam kembali.

 

Reporter: Mohamad Masrukin

Sebarkan:
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Berita Terpopuler

To Top