Sulteng

Kisah Mahasiswi di Banggai yang Hamil di Luar Nikah, Putus Kuliah, Besarkan Anak Sendiri

Ilustrasi

BANGGAI, SULTENG – Di zaman Milenial seperti ini, ikatan sepasang kekasih atau yang biasa di sebut pacaran adalah hal yang sudah lumrah dalam pemikiran anak muda mudi saat ini. Bahkan status pacaran sudah hampir setara dengan pernikahan.

Dan siapapun bisa tergoda untuk melakukan hubungan seksual tanpa ikatan pernikahan, tapi tak semua orang bisa bertanggung jawab atas perbuatan mereka ketika kehamilan tak diinginkan terjadi.

Sehingga kasus hamil di luar nikah masih sering terjadi. Dan perempuan yang hamil tanpa suami biasanya akan menanggung malu, karena akan menjadi bahan gosip yang tak berkesudahan.

BACA JUGA: Himna Galang Dana untuk Korban Banjir Banggai

Stigma buruk yang melekat pada perempuan yang hamil tanpa suami ini, bisa jadi salah satu penyebab banyaknya kasus aborsi, bayi dibuang di jalan, atau ditinggalkan di depan rumah panti asuhan.

Sama halnya dengan curhatan seorang perempuan yang berstatus Mahasiswi di salah satu perguruan tinggi yang ada di Kabupaten Banggai, sebut saja Mawar (21). Dia bercerita bahwa ketika dirinya hamil di luar nikah,pikiran untuk menggugurkan tidak pernah terbesit dalam otaknya, justru yang ada, bagaimana caranya dia akan memertahankan bayi dalam kandungannya, hingga nanti bisa lahir dan melihat indahnya alam dunia ini.

“Pada saat itu kami berbeda agama, sehingga tak bisa bersatu untuk membina mahligai rumah tangga. Karna satu sama lain bersikeras untuk mempertahankan keyakinannya. Dan saya pun mengambil keputusan untuk menjaga, merawat serta membesarkan anak ini kelak, walaupun tanpa suami “Ungkap, perempuan mungil itu.

BACA JUGA: FNPBI Banggai: RUU Omnibus Law Tidak Berpihak Pada Buruh

Di sisi lain Mawar harus merelakan kuliahnya untuk tidak di lanjutkan, hanya demi meneruskan satu nyawa yang ada dalam kandungannya. Selain itu Mawar adalah korban dari Broken Home, perceraian orang tuanya sangat membekas dan mempengaruhi hidupnya pada waktu itu.

Namun hingga detik ini Mawar mampu bertahan dan membesarkan anaknya yang sudah berusia sekitar setahun lebih, tanpa bantuan dari ayah anak tersebut.

Selanjutnya, cerita pun datang dari seorang perempuan belia berusia 18 tahun yang baru menyelesaikan Studinya di Sekolah Menengah Atas (SMA). Dirinya pun mengakui bahwa hamil di luar nikah, pada saat itu dia dan pacarnya sempat melakukan pernikahan secara Imam (nikah imam), namun yang memilukan pernikahan tersebut tak bertahan lama, suaminya pun pergi meninggalkannya.

Alhasil dia harus menanggung penderitaan saat-saat hamil muda tanpa seorang suami. sama halnya seperti Mawar Mahasiswi tersebut, dirinya pun korban dari Broken Home, hingga ia harus tinggal bersama Neneknya. Namun semua itu di laluinya dengan penuh usaha dan kesabaran, hingga kini anaknya pun telah hadir di muka bumi ini, dan ia telah menjadi pribadi yang lebih agamais.

BACA JUGA: Polres Banggai Gelar Operasi Patuh Tinombala 2020

Mereka mengakui dengan status saat ini, punya anak tapi tak punya suami. Terkadang menjadi buah bibir masyarakat, padahal di telisik lebih jujur, mana ada perempuan yang tak ingin punya suami, toch hidup ini berpasang pasangan.

Namun terkadang Masyarakat menghakimi secara negatif tanpa melihat seluk beluk masalah yang di lalui oleh perempuan-perempuan yang tangguh dalam membesarkan anaknya seorang diri (single parent)

“Kami hanya berbagi cerita dan pengalaman, khususnya sesama kaum Ibu, bahwa kami hanya bertahan untuk menyambung nyawa anak kami ” Tutupnya.

(Syamsir)

Sebarkan:
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Terpopuler Minggu Ini

To Top