Sulteng

Penghijauan di Daerah Terdampak Bencana Likuifaksi

SULAWESION,SIGI – Gempa bumi dan likuifaksi yang terjadi pada tanggal 28 septembe 2018 lalu, mengakibatkan kerusakan bagi tanaman. Untuk menghijaukan daerah tersebut, lebih dari 1000 pohon dibagikan ke masyarakat.

 

Pantauan sulawesion.com, beberapa pemuda yang ada di desa Jono Oge melakukan pembagian bibit yang di pelopori oleh Pemuda Mandiri Membangun Desa Kementrian Pemuda dan Olah Raga beserta mahasiswa UGM Yogjakarta.

 

Nanda wisanto selaku penggerak pemuda mandiri membangun desa megatakan bahwa kegitan ini diadakan bertujuan untuk mengembalikan suasana asri di daerah terdampak bencana.

 

“Jenis bibit pohon yang dibagikan yaitu bibit pohon sirsak, kemiri, rambutan, durian dan pohon pencakar langit. Dari bibit yang dibagikan harapan kedepanya bisa mengembalikan desa terdampak bencana menjadi desa yang hijau dan produktif,” tukasnya, Minggu 4 Agustus 2019.

 

Ega salah satu mahasiswa ugm menyatakan bahwa harapanya setelah pembagian bibit pohon masyarakat dapat merawatnya hingga tumbuh besar, sehingga desa tidak lagi kelihatan gersang.

 

Pembagian bibit untuk saat ini sangat terbatas, sementara pembagian bibit hanya untuk dua desa yaitu desa jono oge dan desa lolu.

 

Masyarakat sangat antusias mengikuti program pembagian dan penanaman 1000 pohon.

 

Harianto selaku masayarakat menyatakan kegiatan ini sangat baik dan berterimkasih dengan pembagian bibit yang sudah diberikan.

 

Pohon yang ditanam bisa dibuat berteduh dan buahnya bisa dinikmati. Imbuhnya.

Moh Masrukin

Sebarkan:
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Berita Terpopuler

To Top