Sulut

Aray: Kami Difitnah Lakukan Pungli di Pasar

Herman Aray bersama Sahaya dan Nasli saat Konferensi pers di kantor wali kota

 

SULAWESION.COM,KOTAMOBAGU – Setelah melakukan imbauan kepada para PKL di Pasar 23 Maret Selasa 8 Oktober 2019 kemarin, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan UKM (DisperindagkopUKM) Herman Aray, mendapat isu yang membuatnya terusik.

Hal ini di sampaikan Herman Aray saat jumpa pers di Kantor Wali Kota Kota Kotamobagu, Rabu (09/10/2019).

Herman menyampaikan, ada isu tentang pungutan liar yang dilakukan oleh DisperindagkopUKM, menarik Pungutan Liar (Pungli), yang tidak sesuai dengan Peraturan Daerah No.07 Tshun 2017, tentang Pelayanan Distribusi Pasar. Menurutnya itu fitnah.

“Untuk pelayanan pasar, kebersihan ditarik 2 ribu rupiah, itu flat. Untuk meja dan lapak per meter 2 ribu rupiah , yang mama-mama/inde-inde seribu rupiah, namun yang berkembang bahwa dari dinas telah memungut tidak sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda). Bervariatif ada yang 200 ribu, 150 ribu , itu jelas tidak ada,” tegasnya.

Herman juga menyampaikan bahwa pengaturan pasar, memang ada keluhan dari beberapa PKL tentang tempat, agar barito satu komunitas barito, ikan di tempat ikan. Namun, Herman mengaku bahwa itu sudah diatur, tetapi lambat laun pedagang bertambah, maka dari itu bersama tim POL PP sudah mengatur tempat yang representatif.

Menurut Herman, pemerintah telah menyediakan tempat dengan anggaran cukup luar biasa untuk pasar 23 Maret, dan menyangkut isu tentang pungli jelas fitnah.

“Saya tahu orangnya, akan saya lapor kepada pihak yang berwajib karena itu sudah memfitnah, sudah pencemaran nama baik. Saya menjalankan aturan tidak mau miring-miring, tegas-tegas dalam aturan,” tutup Aray yang didampingi Kasat Pol PP Sahaya Mokoginta dan Kadis Dishub Nasli Paputungan.

 

(Wanda Paputungan)

 

Sebarkan:
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Berita Terpopuler

To Top