Sulut

Banyak Butiran Emas, Sungai Moayat Poyowa Besar Membawa Berkah

 

KOTAMOBAGU,SULUT- Puluhan Warga Poyowa Besar, Kotamobagu Selatan, memanfaatkan kondisi sungai yang surut untuk menambang emas yang biasa disebut mendulang. Aktivitas ini mulai ramai dilakukan oleh warga sejak sebulan yang lalu.

Lantaran masa pandemi yang belum kunjung usai, kegiatan ini menjadi alternatif mata pencaharian sampingan sejumlah warga di sana. Dalam sehari saja, warga bisa mendapatkan antara 1 hingga 2 batang emas.

Pendulangan emas tersebut dilakukan di sepanjang sungai Moayat, lebih tepatnya pada perkebunan Tabang.

Kepada Sulawesion.com, Muhidin Paputungan (61) yang saat itu sedang mendulang mengatakan, dalam sehari paling sedikit dia hanya mendapatkan 1 batang emas.

“Paling banyak bisa melebihi 2 batang emas dengan kadar emas 70%,” ungkap Muhidin.

Dia juga mengatakan, dirinya mendulang hanya disaat belum berpergian ke kebun, sehingga waktu yang kosong dia gunakan untuk mendulang sehari-hari.

“Lumayan kalau hanya kebutuhan sehari-hari melebihi dari cukup, karena kalau diuangkan paling rendah Rp.50.000,” ujarnya.

Muhidin sendiri, awalnya tidak mengerti dengan cara mendulang tersebut, sebelumnya dia pernah melihat ada beberapa orang dari luar kampung datang dan melakukan mendulang tersebut di sungai Moayat itu.

Kemudian dia mempelajarinya
Dengan menggunakan alat sederhana, yakni penyaring yang dipasang pada bagian air yang sudah dipisahkan jalurnya. Kemudian ada pula sebuah jolang yang mirip kuali dari kayu. Alat itulah yang dia gunakan untuk mencari emas.

Sementara itu, mendulang yang dilakukannya, yakni dengan mengeruk batu dan pasir kemudan menyaringnya.

Setelah itu, pasir berukuran kecil tersebut dimasukan ke jolang atau alat pendulang dan kembali disaring dengan air. Setelah proses ini selesai butiran emas yang berada di antara pasir hitam akan terlihat dan dapat diambil.

Diketahui, tidak hanya warga setempat, adapun orang-orang dari luar desa juga ikut menjadi pendulang saat mengetahui terdapat emas di sungai tersebut. Pekan lalu, warga mendapatkan batu bercampur emas seberat 30 gram.

Menurut para pendulang, sungai ini membawa berkah bagi mereka apalagi di tengah pandemi Covid 19.

Ali Mokoginta

Sebarkan:
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Terpopuler Minggu Ini

To Top