Sulut

Pasien Pertama di Sulut Positif COVID-19 Dinyatakan Tak Lagi Terpapar

SULAWESION.COM, MANADO –  Kabar menggembirakan, pasien pertama positif COVID-19 atau pasien kasus 58 di Indonesia dinyatakan tidak lagi terifeksi virus corona.

“Kasus 58, sudah kami dapat hasil laboratorium ketiga dan hasilnya negatif. Ini sudah dua kali hasilnya negatif, sehingga ada dasar menyatakan pasien tak lagi terinfeksi corona,” kata Juru Bicara Satgas COVID-19 Sulut, dr Steaven Dandel pada komprensi pers di Dinas Kesehatan Sulut, Kamis (26/3) dikutip manadobacirita.

Dinas Kesehatan Provinsi Sulut, Kamis (26/3) malam ini.

“Kasus 58, sudah kami dapat hasil laboratorium ketiga dan hasilnya negatif. Ini sudah dua kali hasilnya negatif, sehingga ada dasar menyatakan pasien tak lagi terinfeksi corona,” kata Dandel.

Menurut Dandel, dengan hasil tak lagi terinfeksi corona, pasien kasus 58 yang merupakan pasien positif pertama virus corona di Sulawesi Utara ini, sudah bisa dikeluarkan dari ruangan isolasi.

Sementara itu, istri dari pasien kasus 58 yang masuk daftar sebagai Pasien Dalam Pengawasan (PDP) juga dinyatakan negatif penyakit COVID-19 sesuai dengan hasil laboratorium.

Namun demikian, Dandel bilang, pasien belum akan meninggalkan rumah sakit, karena masih akan dirawat terkait dengan penyakit lain yang juga diderita yang bersangkutan. Pasien ini ternyata mengidap penyakit diabetes melitus dan gangguan ginjal.

“Jadi, walau yang bersangkutan sudah keluar dari ruangan isolasi tapi masih dilakukan perawatan intensif karena ada penyakit penyerta. Tim medis lagi berupaya untuk menyelesaikan masalah itu,” tutur Dandel kembali.

Dengan dinyatakannya pasien kasus 58 tak lagi terpapar virus corona, maka jumlah pasien yang terkonfirmasi penyakit COVID-19 di Sulut tinggal berjumlah satu orang. Pasien ini sendiri, terjangkit dari pasien kasus 58, karena memiliki riwayat kontak erat resiko tinggi. (*)

Sebarkan:
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Berita Terpopuler

To Top