Sulut

Rapat Komisi 2 DPRD Sulut, Jems Tuuk: Dinas Kehutanan Tidak Kerja

RDP Komisi 2 DPRD sulut dengan dinas kehutanan

SULAWESION.COM,MANADO — Rapat perdana di tahun 2020, antara Komisi 2 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (Sulut) dengan Dinas Kehutanan Provinsi, digelar di Ruangan Komisi 2, Selasa (15/01/2020).

 

Rapat ini dipimpin Ketua Komisi 2, Pricilia Cindy Wurangian didampingi Wakil Komisi 2, Kriso Ivan Lumentut dan 7 Anggota Komisi. Sedangkan Dinas Kehutan Provinsi Sulut dihadiri Kepala Dinas,  Marhaen Royke Tumiwa beserta jajarannya.

 

Agenda pembahasan terkait pengolahan terkait Hutan yang ada di Sulawesi Utara. Dalam kesempatan itu, Jems Tuuk selaku anggota Komisi mempertanyakan data hutan yang masih ‘perawan’ atau belum tersentuh. Namun, Kabid PPH, Ir Magdalena K Kanaan menjawab pertanyaan tanpa menunjukkan data.

 

Menurut Tuuk, harusnya langsung turun ke lapangan, bukan melalui dront cek. “Yang saya maksudkan data turun langsung di lapangan melihat situasi hutan, apakah hutan tersebut sudah disentuh atau tidak, jika dicek lewat dront cek kan itu hanya melalui udara. Jika Hutannya lebat berarti itu bisa dikatakan Hutan ‘Perawan’. Jika baru mau cari data berarti ibu tidak kerja,” Jelas Tuuk.

 

Tuuk mengatakan, yang Ia ketahui, anggaran bagi Dinas Kehutanan sangat besar mencapai 22 Miliar. Namun disayangkan, Dinas menangani soal itu tidak tau persis data hutan perawan.

 

“Kalau soal data itu, nantinya kami akan turun lapangan, dan saat ini sudah mulai didata melalui dront cek dan sebagian data hutan sekunder dan primer sudah ada kepada kami,” tukas Magdalena. Namun, Staf Dinas Kehutanan, Usman Buchari mengatakan, hutan di Sulut sudah tidak ada yang perawan.

 

Ketua Komisi Cindy Wurangian mengatakan, jawaban dua pejabat Dishut Sulut berbeda soal hutan perawan. Cyndy meminta pihak Dishut untu segera menyusun data tersebut dan diberikan ke DPRD Sulut.

 

Lanjut Wurangian, ada banyak fenomena yang terjadi saat ini, seperti banjir. Ini menjadi tanggungjawab bersama. Dia meminta pihak Dinas Kehutanan untuk bisa mencari titik hutan yang tidak bisa ditebang.

 

Peliput: EP

Sebarkan:
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Terpopuler Minggu Ini

To Top