Sultra

BEM UMK: Kedatangan 500 TKA China Bikin Gaduh

Ketua BEM UMK, La Syukran

KENDARI, SULTRA – Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK) La Syukran, menilai kebijakan pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) yang mengizinkan datangnya 500 orang Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China hanya menambah kegaduhan di masyarakat. Hal itu dilihat dari datangnya TKA tahap pertama di Sultra (23/6/2020).

Sebelumnya External Affair Manager PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI), Indrayanto, mengatakan, kedatangan mereka tidak bisa secara bersamaan. Mereka akan masuk dalam tiga sampai empat tahap.

“Kedatangan TKA di Sultra, kami menilai menambah kegaduhan di masyarakat. Itu terbukti pada saat kedatangan TKA tahap pertama di Sultra disambut dengan Aksi Demonstrasi oleh mahasiswa dan masyarakat di setiap instansi terkait dan pertigaan Bandara Haluoleo di Kabupaten Konawe Selatan”, kata Sukran via whatssap kepada sulawesion.com, Sabtu (27/6/2020).

BACA JUGA: Aliansi Mahasiswa Konawe Raya Tolak Kedatangan TKA China di Sultra

Diketahui aksi demonstrasi tersebut digelar kurang lebih sampai jam dua malam, WITA.

“Demonstrasi yang dibangun oleh Mahasiswa dan Masyarakat adalah luapan emosi atas status gawat virus corona sampai sekarang belum dicabut dengan pemerintah pusat”, Tambahnya.

Penyebaran Virus Corona (COVID 19) bila dilihat dari Twiter @BNPB_Indonesia Sabtu sore (27/6/2020), sudah menunjukan angka 1.385 kasus positif baru yang tersebar 34 provinsi di Indonesia.

“Kita bisa lihat sendiri angka kasus baru corona virus itu, masih tinggi angka penyebarannya. Oleh karenanya, pemerintah harus mengutamakan kemanusian. Maka bila pada tahap kedua nanti dengan niatan Bismillah kami akan bersama-sama dengan masyarakat untuk menghadang TKA di Bandara Halu Oleo”. tegasnya.

BACA JUGA: Aksi Penolakan TKA China Berakhir Bentrok

Di tempat terpisah, Menteri Pergerakan Mahasiswa BEM UMK Rasidin SS turut membenarkan.

“Pada tanggal 30 Juni mendatang nanti tahapan dua kedatangan TKA di Sultra. BEM UMK sudah memutuskan untuk membantu gerakan perlawanan masyarakat untuk menolak keras kedatangan TKA selanjutnya. Semua BEM fakultas se-UMK tergabung di dalamnya. Setiap Bem Fakuktas memiliki tupoksi masing-masing. Sekarang kami sudah mulai konsolidasi, semua mulai dari mahasiswa UMK itu sendiri sampai pada masyarakat,” Tutur Rasidin saat ditemui di salah satu warkop di Kota Kendari.

“Sekarang Indonesia sudah memasuki Normal baru. Biarkan dulu masyarakat Sulawesi Tenggara terbiasa dengan hidup normal baru itu. Jangan malah sebaliknya pemerintah menambah gaduh masyarakat. Pemutusan penyebaran virus corona harus terus ditingkatkan dan dimasifkan”, Tutupnya.

(Asfar)

Sebarkan:
1 Comment

1 Comment

  1. Ramin Indrawan

    29 Juni 2020 at 01:17

    Anda membuat berita perahatikan nama tempat kejadiannya jangan asal tulis aja Sulawesi Tenggara (Sultra) bukan Sulawesi Utara. Dan kalau membuat berita serill mungkin jangan ada kepentingan di dalamnya. Juja mahasiswa mendemo itu karena untuk rakyat supaya pekerhaannya tidak di sabotase oleh pihak luar… Contoh oleh 500 TKA China betapa bayak raknyat yang hilang pekerjaannya gara-gara itu…

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Terpopuler Minggu Ini

To Top