BOLMUT,SULAWESION.COM– Hujan deras yang melanda Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) sejak Rabu kemarin hingga Kamis 12 Maret 2026 mengakibatkan beberapa wilayah terkena banjir dan tanah longsor.
Bahkan hujan melanda Bolmut sejak kemarin mengakibatkan padi petani terendam air ditempat penjemuran (gilingan) padi di desa Kuala, Kecamatan Kaidipang.
Koordinator Bidang Observasi dan Informasi Stasiun Klimatologi Sulawesi Utara (Sulut) Muhammad Candra Buana mengatakan cuaca ekstrem karena adanya siklon tropis nuri yang menyebabkan peningakatan intensitas hujan di Sulawesi Utara.
Kondisi ini kemungkinan akan berlangsung sampai tiga hari kedepan. Menurutnya dampak dari siklon ini mungkin tidak secara langsung.
“Tapi efek dari belokan angin di atas pulau Sulawesi yang menyebabkan adanya penumpukan masa udara,”jelasnya.
Dirinya juga mengimbau kepada petani padi yang sedang menjemur padinya agar untuk waspada sampai seminggu kedepan.
Sebelumnya, hujan sejak kemarin hingga hari ini mengakibatkan puluhan karung padi terendam di desa Kuala Kecamatan Kaidipang.
Harun saat berada dilokasi gilingan penjemuran padi mengatakan padi yang terendam air sekitar puluhan karung.
“Kejadian tadi malam sekitar jam 12 air mulai merendam padi yang berada di bak penjemuran,”ungkapnya, Kamis 12 Maret 2026.

Pantuan media ini, Harun menjemur kembali padi yang terendam air. Menurutnya sebagian padi yang basah sudah diisi dalam karung dan dipindahkan.
“Satu bak penjemuran sudah terendam air. Kejadian seperti ini baru kali pertama terjadi. Memang lokasi ini rawan banjir,”jelasnya.
Ia menuturkan fenomena ini juga selain hujan deras yang terjadi. Ada salah satu titik aliran sungai yang sudah kecil yaitu yang berada di jembatan dekat terminal Boroko.
Dirinya khawatir hujan deras terus terjadi. Karena tempat penggilangan padi ini banyak beras.







